Selamat Hari Buku Sedunia 2019. (ilustrasi: initasik.com)

Internasional Opini

Sekelumit tentang Hari Buku Dunia, 23 April


Siedoo, Hari Buku Sedunia, dikenal pula dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia dan Hari Buku Internasional merupakan hari perayaan tahunan setiap tanggal 23 April. Peringatan yang diadakan oleh UNESCO tersebut untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Di Inggris, hari perayaan ini jatuh pada hari Kamis pertama setiap bulan Maret. Hari Buku Sedunia dirayakan pertama sekali pada tanggal 23 April 1995.

Hubungan antara 23 April dengan buku pertama sekali dibuat oleh toko buku di Catalonia, Spanyol pada tahun 1923. Ide awalnya berasal dari penulis Valencia, Vicente Clavel Andrés sebagai cara untuk menghargai penulis Miquel de Carvantes yang meninggal pada tanggal tersebut. (Wikipedia).

Peringati wafatnya penulis dunia

Berdasarkan penjelasan UNESCO, tanggal 23 April dipilih karena pada 23 April 1616 ada beberapa sastrawan besar dunia yang meninggal dunia. Berdasarkan sistem Kalender Gregorian yang digunakan Spanyol dan Kalender Julian yang dipakai Inggris, Cervantes dan Shakespeare meninggal tepat pada tanggal tersebut.

Tak hanya kedua penulis di atas, penulis besar Spanyol lainnya, Inca Garcilaso de La Vega, juga meninggal pada 23 April 1616. Uniknya, 23 April juga merupakan tanggal kelahiran para penulis besar dunia lainnya. Seperti Maurice Druon, Haldor K. Laxness, Vladimir Nabokov dan Manuel Mejía Vallejo pada tahun-tahun yang berbeda.

Ibu Kota Buku Dunia

Sejak 2001, UNESCO bersama organisasi-organisasi internasional lainnya secara khusus memilih suatu kota sebagai Ibu Kota Buku Dunia. Kota yang terpilih tersebut akan menyandang predikat Ibu Kota Buku Dunia selama setahun. Organisasi dimaksud mewakili tiga sektor industri perbukuaan (penerbit, penjual buku dan perpustakaan).

Pada tahun 2017 lalu, Conakry terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia (World Book City/WBC). Kota yang terletak di Guinea, Afrika Barat itu dipilih karena beberapa alasan.

“Kota ini terpilih karena kualitas dan keragaman programnya, terutama fokusnya terhadap keterlibatan masyarakat,” kata tim panitia seleksi. (kumparan.com)

Panitia seleksi Ibu Kota Buku Dunia juga menambahkan alasan lain. Panitia memilih ibu kota negara Guinea itu lantaran ‘anggaran yang terstruktur dengan baik dan tujuan pembangunan yang jelas dengan penekanan kuat pada pemuda dan keaksaraan.’

Setiap tahun UNESCO membuka pendaftaran bagi kota-kota di seluruh dunia untuk mengajukan diri menjadi Ibu Kota Buku Dunia. Dengan mengirimkan sejumlah dokumen persyaratan.

Adapun kota-kota yang pernah terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia adalah Madrid, Spanyol (2001), Alexandria, Yunani (2002), New Delhi, India (2003), Antwerp, Belgia (2004). Disusul, Montreal, Canada (2005), Turin, Italia (2006), Bogota, Colombia (2007), Amsterdam, Belanda (2008), Beirut, Lebanon (2009), Ljubljana, Slovenia (2010), Buenos Aires, Argentina (2011).

Kemudian kota Yerevan, Armenia (2012), Bangkok, Thailand (2013), Port Harcourt, Nigeria (2014), Incheon, Korea Selatan (2015), Wroclaw, Polandia (2016), Conakry, Guinea (2017), Athena, Yunani (2018). Sedangkan tahun ini dipilih kota Sharjah, India menjadi WBC untuk tahun 2019. (islampos.com)

Kapan ya, kiranya kota di Indonesia terpilih menjadi Ibu Kota Buku Dunia? Sedangkan tahun 2020 mendatang sudah dipilih Kuala Lumpur Malaysia sebagai Ibu Kota Buku Dunia. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Ads Samanata