Dua penulis berbagi tips tentang proses kreatif penulisan sebuah buku. Acara ini merupakan rangkaian Good Book Good Festival di Magelang, Jawa Tengah.

Daerah

Bacalah Buku untuk Temukan Ide Menulis

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Menjadi penulis handal, tidak hanya semudah membalikkan telapak tangan. Salah satu hal yang menjadi kesulitan menjadi penulis sulitnya menemukan ide untuk menjadi bahan. Untuk bisa menemukan ide menulis adalah dengan rajin membaca buku dan menonton film dari berbagai genre.

Dengan memperkaya bacaan dan tontonan dari berbagai genre, penulis akan memiliki sudut pandang yang lebih luas. Pilihan ide pun akan bisa lebih banyak.

“Selain itu, penulis juga harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Biasanya ide-ide yang sebelumnya tak terpikirkan akan muncul dengan sendirinya,” kata Aulia Pratiwi, salah satu penulis, saat berbagi tips tentang proses kreatif penulisan sebah buku.

Andam Aulia Pratiwi adalah penulis Misteri Buku Harian Johanna yang merupakan terbitan Kompas Gramedia Utama. Acara berbagi tips ini masih dalam rangkian Good Book Good Festival di Artos Mall Magelang, Jawa Tengah. Pada rangkaian acara ini, penyelenggara sengaja menggelar acara bincang-bincang di Atrium Artos Mall.

Panitia menggandeng Komunitas Ulat Buku Magelang. Sesi acara ini mendiskusikan tentang proses penulisan buku, mulai dari proses kreatif hingga penerbitan buku. Acara ini menghadirkan dua penulis Magelang yang juga anggota Ulat Buku. Selain Andam Aulia Pratiwi, juga menghadirkan Ahmad Mufid.

Ahmad Mufid adalah penulis buku Pharmacophobia yang merupakan terbitan Indie Book Corner. Ahmad Mufid menceritakan pengalamannya menjadi penulis buku penerbit minor. Ia bercerita tentang proses revisi Pharmacophobia yang digarapnya selama empat bulan hingga penerbitan.

“Jika di penerbit mayor naskah ditolak, berarti naskah tidak diterbitkan. Tetapi di penerbit minor atau indie, naskah yang diserahkan pasti ada jaminan terbit. Asal penulis mau merevisi sesuai dengan arahan editor. Ya, hampir sama dengan menulis skripsi lah,” jelas Ahmad sembari bergurau.

Baca : Beragam Acara Ramaikan Festival Buku

Bincang-bincang ini pun mendapatkan tanggapan positif dari hadirin. Salah satu pengunjung, Syari Erna (23) warga Muntilan, Kabupaten Magelang mengatakan bahwa acara ini selain menarik juga edukatif.

“Meskipun tidak menggeluti dunia tulis menulis, saya menjadi paham bagaimana seluk beluk proses penulisan sebuah buku,” kata dia.

Apa Tanggapan Anda ?