Narwan Sastra Kelana

Narwan, kesehariannya berdekatan erat dengan dunia jurnalistik. Meski sibuk mengajar, ia tak kuasa lepas dari menulis.

Tokoh

Narwan, Tiada Hari Tanpa Menulis


Siedoo, MENULIS ketika sudah menjadi hobi akan memberi banyak manfaat. Baik untuk diri sendiri atau bagi orang lain. Menulis bukan suatu hal yang sulit. Karena anggapan sulit itu, hanya muncul bagi mereka yang belum mencoba.

Itulah yang diungkapkan Narwan S.Pd, seorang guru di SD Negeri Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Bagi Narwan, menulis saat ini merupakan suatu tuntutan, terlebih bagi mereka yang berprofesi sebagai guru dan dosen.

Para guru dan dosen dituntut mampu melakukan suatu penelitian. Sehingga, praktis berhubungan dengan membaca dan menulis.

Menurutnya, seorang penulis ibarat kran pada suatu bak air. Artinya, seorang penulis hanya sebagai penyalur ide, gagasan, pendapat, solusi, dan ilmu bagi para pembaca. Agar tidak kering, maka bak air harus selalu diisi.

Seorang penulis agar tidak kehabisan ide, maka juga harus mengisi otaknya dengan banyak membaca. Membaca tidak hanya berupa buku-buku, majalah, atau surat kabar saja. Melainkan juga membaca alam sekitar kita.

Bagi Narwan, kabanggaan sebagai penulis terletak pada ketika tulisannya dibaca banyak orang. Paling tidak, hal itu menjadi sedekah ilmu yang bermanfaat bagi pembaca.

Sejak kelas 2 SPG, Narwan sudah aktif menulis. Tulisannya banyak menghiasi majalah dinding di sekolahnya. Selain itu juga di beberapa tabloid lokal Magelang. Tulisannya berupa puisi dan artikel pengetahuan.

Selain menulis dalam bahasa Indonesia, lulusan SPG Negeri Magelang tahun 1986 ini juga menulis dalam bahasa Jawa. Seperti geguritan dan cerita cekak (cerita pendek).

“Menulis sambil belajar dan ikut melestarikan bahasa Jawa,” ungkapnya.

Sebagai bukti ketekunannya bersastra Jawa, dia meraih juara I dalam ajang Lomba Cipta Puisi Tingkat Jawa Tengah Tahun 2016. Dalam ajang lomba bertema “Aku Cinta Jawa Tengah” ini, Narwan menjuarai kategori Puisi Jawa (geguritan).

Hingga kini, selain aktif sebagai guru SD, Narwan juga aktif menulis di berbagai media. Narwan memiliki motivasi “satu hari satu artikel” yang mendorongnya selalu menulis. Tulisan-tulisannya terkait dunia pendidikan dapat diikuti di website pendidikan Siedoo.com.

Apa Tanggapan Anda ?