Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Hadi Mulyadi. (foto: Niaga Asia)

Daerah

Wagub Kaltim : TK Bukan Tempat Mendidik Disiplin, Tapi Tempat Bermain


KALTIM – Mendidik disiplin kepada anak tempatnya bukan di Taman Kanak-Kanak atau Kelompok Bermain (TK/KB). Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) H. Hadi Mulyadi mengimbau agar setiap TK dan sekolah dasar (SD) untuk tidak memberlakukan disiplin kepada anak usia dini hingga 10 Tahun.

“Hal inilah yang diajarkan Rasulullah, Muhammad SAW kepada anak beliau. Beliau berkata ajarkanlah anakmu mulai tujuh tahun dan pukullah dia pada usia 10 tahun apabila tidak melaksanakan. Artinya, hukuman dan tata tertib itu dimulai pada usia 10 tahun,” ujar Hadi Mulyadi ditulis laman kaltimprov.go.id.

Hadi berharap tata tertib maupun hukuman tidak diberlakukan bagi anak-anak TK hingga usia 9 tahun. Tetapi ketertiban itu diberlakukan kepada orang tuanya, sehingga anak-anak tidak lagi melihat aturan yang bermacam-macam. Apalagi, tata tertibnya sampai puluhan yang sangat membebani anak.

“Jadi, tata tertib itu hanya berlaku untuk orang tuanya saja. Agar lebih tertib dan disiplin mengantar anaknya. Karena itu, saya minta tidak ada TK dan SD hingga kelas empat memberlakukan tata tertib masuk sekolah. Disiplin baru bisa dilakukan ketika usia mereka 10 tahun,” jelasnya.

Menurut Hadi, anak di usia TK hingga 9 tahun biasa bermain. Karenanya ia meminta TK agar memberikan mainan yang banyak bagi anak. Sehingga tumbuh kembangnya semakin baik. Jika perlu satu orang tua menyumbangkan permainan untuk anak di TK.

Selain itu, mendidik berikanlah anak dengan sentuhan doa-doa yang baik. Mulai sholat malam maupun sholat apa saja. Berikan doa terbaik sesuai keinginan anak.

Hadi meyakini sentuhan doa membuat anak akan mendapat berkah dari Allah SWT. Karena, kata Rasulullah SAW, doa orang tua kepada anak ibarat doa Nabi dan Rasul kepada ummatnya.

Baca Juga :  Tumbuhkan Potensi Anak dengan Lomba Mewarnai

“Jika orang tua berdoa, tolong bayangkan wajah anak kita dengan khusyuk dan doakan dia dengan yang baik-baik. Bahkan jika perlu kita bayangkan anak kita mau menjadi apa. Insha Allah makbul,” jelas Hadi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?