Srawung Mahasiswa #1, mahasiswa inovatif Fisipol UGM menciptakan startup untuk atasi permasalahan sosial. foto : dokumentasi Lomba Mahasiswa

Inovasi

Berbagi Kisah dengan Para CEO Startup di UGM


YOGYAKARTAChief Executive Officer (CEO) Freesooner.id Marizal Fanani berbagi kisah tentang pengalamannya saat membangun startup. Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2015 ini juga merupakan pegiat startup dan sudah mengikuti beberapa bidang perlombaan.

Freesooner.id sebuah startup yang berfokus pada pemberdayaan mantan narapidana setelah keluar dari Lapas. Menurut Fanani, yang juga mahasiswa berprestasi Fakultas Teknik Pertanian ini mengungkapkan bahwa, narapidana perlu dihargai dengan lebih baik di masyarakat. Freesooner.id akan berupaya mencapai hal tersebut melalui inovasi yang mereka lakukan.

Freesooner.id sendiri pernah juara 1 dalam kompetisi startup Hult Prize UGM yang diadakan di Jogja Digital Valley pada awal November 2018. Fanani juga menceritakan pengalamannya dalam mengikuti berbagai perlombaan dan juga komitmennya untuk mengatasi masalah sosial melalui startup yang ia dirikan bersama rekan-rekannya.

“Niat, menjadi satu hal yang penting ketika seorang mahasiswa ingin meraih prestasi, baik itu melalui perlombaan, startup atau hal lainnya,” kata Fanani.

Ia menyampaikan itu saat Lomba Mahasiswa mengadakan acara Srawung Mahasiswa #1 di Digilib Cafe, FISIPOL UGM. Talkshow yang dikemas dengan konsep srawung ini menghadirkan 3 pembicara mahasiswa pegiat startup, yang juga berprestasi di bidang perlombaan. Yakni, Marizal Fanani (Fakultas Teknologi Pertanian UGM angkatan 2015), Kintansari Adhyna Putri (Manajemen Kebijakan Publik FISIPOL UGM angkatan 2017) dan Muhammad Rilo Nugroho (Departemen Politik Pemerintahan FISIPOL UGM angkatan 2016).

Dalam diskusi ringan ini dibahas mengenai pengalaman dan kiprah dari masing-masing pembicara dalam mengikuti perlombaan dan turut serta mengatasi permasalahan sosial melalui proses mendirikan startup. Muhammad Rilo Nugroho sebagai co-founder dari Lomba Mahasiswa mengungkapkan mengenai kisahnya bermula dari kesulitan mencari sumber informasi perlombaan yang terpercaya dan aktual. Hingga mengenai minimnya publikasi atas mahasiswa yang berprestasi dalam bidang perlombaan.

Baca Juga :  Mahasiswa Atma Jaya Mendata Aset Petani di Hutan Rakyat

Ia dan teman-temannya berusaha mengatasi masalah tersebut dengan mendirikan startup Lomba Mahasiswa. Dimulai dengan membuat akun informasi lomba di Instagram dan kemudian juga via Official Account di LINE. Rilo menjelaskan bahwa mengikuti perlombaan atau membangun startup dan kemudian berprestasi itu tidak semudah yang dibayangkan.

Namun melalui proses dan kesabaran yang tinggi, akhirnya dapat memperoleh nilai yang positif, baik bagi diri sendiri dan juga lingkungan sekitar. Tidak pernah menyerah adalah kata yang harus selalu dicamkan dalam berjuang dan tetap teguh mengobarkan semangat untuk terus berprestasi.

Lomba Mahasiswa merupakan startup karya tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Muhammad Rilo Nugroho, Adhika Trisliantama dan Fathin Difa Robbani. Lomba Mahasiswa merupakan startup yang hadir untuk mensinergikan kedua kutub prestasi, yakni aktivitas mahasiswa untuk mengikuti perlombaan dan membangun startup sosial.

Lomba Mahasiswa muncul karena tidak lepas dari status mahasiswa sebagai agent of change yang dipercaya masyarakat. Sebagai salah satu aktor penggerak perubahan sosial, seharusnya memiliki jiwa kompetitif dalam menggapai prestasi dan mengaktualisasikan dirinya secara akademis maupun nonakademis. Salah satunya melalui mengikuti berbagai perlombaan, kejuaraan, ajang ilmiah, dan lainnya.

Dalam perkembangannya memiliki jiwa kompetitif pun tidak cukup. Seorang mahasiswa juga harus memiliki kepekaan sosial dan mampu mengidentifikasi serta melihat permasalahan sosial masyarakat secara komprehensif dan kritis.

Maka membangun startup yang berfokus pada mengentaskan problematika sosial masyarakat pun menjadi tren positif sebagai inovasi dari kemajuan berpikir mahasiswa.

Kisah dari CEO Global Empowerment Steps

Sementara itu, CEO dari Global Empowerment Steps (GPS) Kintansari Adhyna Putri atau akrab disapa Kintan menceritakan mengenai pengalamannya yang aktif berorganisasi, membangun jejaring dan mengikuti perlombaan. GPS yakni sebuah startup yang berfokus pada pemberdayaan sosial di daerah-daerah terpinggirkan.

Baca Juga :  Dosen UGM Ciptakan Formula Anti Hama dari Limbah Cangkang Kepiting

Salah satu contoh riil yang dilakukan adalah kegiatan yang mereka inisiasi di Bantargebang. Kintan mulai membangun GPS dengan memanfaatkan relasi yang ia jalin sejak masih duduk di bangku SMA. Kintan sendiri pun cukup aktif berorganisasi di kampus, contohnya di BEM KM UGM.

Ia juga mengikuti perlombaan dimana Kintan baru saja meraih juara 1 dari sebuah ajang perlombaan bertema pengabdian yang dilaksanakan di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat.

Talkshow Srawung Mahasiswa ini merupakan yang pertama kalinya diadakan dari Lomba Mahasiswa. Untuk selanjutnya talkshow inspiratif ini akan dilakukan di fakultas-fakultas lain yang ada di UGM, dan kemudian juga berekspansi di kampus lain di wilayah Yogyakarta. Untuk mendapatkan informasi dari Lomba Mahasiswa maka dapat melalui follow akun Instagram @lomba_mahasiswa dan juga dapat meng-add akun LINE @uuk6825y. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang