Duta Rumah Belajar 2018, M. Yahya, M.Kom. foto: disdik.kaltimprov.go.id

Tokoh

Menyimak Perjalanan M Yahya, Pemenang Duta Rumah Belajar 2018

SMP Mutual Kota Magelang

Siedoo, Duta Rumah Belajar 2018 Provinsi Kalimantan Timur M. Yahya, M. Kom berbagi pengalaman dalam mengikuti Ajang Tahunan yang diselenggarakan Pustekkom Kemdikbud. Guru Multimedia SMKN 1 Samarinda dan Ketua MGMP Multimedia Kaltim tersebut bercerita acara Workshop Smart School yang diadakan di Kantor UPTD Tekkom, baru-baru ini.

Berawal dari ikut seleksi dan registrasi di Simpatik (Sistem Informasi Manajemen Pelatihan Berbasis TIK) dan mengikuti prosesnya hingga mencapai Nasional. Awalnya ikut seleksi pemilihan duta rumah belajar 2018, pesertanya yaitu guru-guru registrasi di Simpatik (portal situs kemdikbud).

“Selanjutnya mempelajari materi-materi yang ada di dalam Simpatik yang dibuat oleh Pustekom Kemdikbud,” tuturnya.

Kemudian materi yang dipelajari seputar TIK dan fitur-fitur yang ada di dalam laman Rumah Belajar sampai melewati level kedua. Di level kedua terdapat materi tambahan yaitu membuat video pembelajaran dan RPP yang selanjutnya diunggah ke youtube dan dikirimkan ke Pustekom untuk dinilai.

Yahya menjelaskan, selanjutnya pelatihan tatap muka di Balikpapan, untuk melewati tingkat provinsi pada saat itu ada 30 orang peserta. Kemudian diberi tugas kembali untuk membuat video pembelajaran.

“Materi bertema bebas dan mendeseminasi guru-guru yang ada di sekolah-sekolah yang dikunjungi untuk masuk ke kelas yang peserta buat,” jelasnya.

Perlu diketahui, konten Rumah Belajar sendiri terdiri dari 8 fitur antara lain sumber belajar, buku elektronik, kelas maya dan lainnya. Untuk penjurian peserta yang sudah membuat video sebelumnya tersebut dinilai kembali sebagai tindak lanjut penilaian.

“Juri juga melihat jumlah peserta yang ada di kelas yang kita buat. Banyaknya dan keaktifan proses belajarnya semua dinilai,” tambah Yahya.

Diikuti seluruh Indonesia

Dilansir disdik.kaltimprov.go.id, pemilihan Duta Rumah Belajar tingkat Nasional diikuti 33 provinsi yang ada di Indonesia. Namun pesertanya tidak hanya berlatar belakang guru TIK saja namun guru di luar mata pelajaran TIK pun bisa mengikuti kompetisi ini.

Untuk dapat mengikuti pemilihan Duta Rumah Belajar tahun depan, M. Yahya berpesan untuk semua guru mata pelajaran dapat ikut serta, tidak hanya guru TIK saja. Untuk semua guru walaupun bukan dari background TIK bisa mengikuti kompetisi ini.

“Karena sudah terbukti 2 kali seleksi ini justru yang menjadi pemenangnya bukan dari guru TIK,” pesan Yahya.

Untuk registrasi Duta Rumah Belajar dapat membuka laman: http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/. Disilakan untuk semua guru di tanah air. (*)

Apa Tanggapan Anda ?