ILUSTRASI. Pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa. (Foto: Narwan SK)

Daerah

Mahasiswa IAI Al-Khairat Digembleng Jurnalistik

DPRD Kota Magelang

PAMEKASAN - Dunia jurnalistik seharusnya menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa. Melalui jurnalistik, para mahasiswa dapat menuangkannya melalui tulisan, seperti essay dan opini. Ide-ide cerdas mahasiswa dapat dipublikasikan kepada khalayak umum agar menjadi suatu bahan pemikiran bersama.

Menyikapi hal itu, mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Jawa Timur digembleng jurnalistik. Kegitan berupa program pelatihan penulisan essay dan opini, digelar di Meeting Room Perguruan Tinggi di Jl. Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, Sabtu (15/12/2018).

Pelatihan tersebut dipandu langsung oleh Kolumnis Nasional Abdul Gaffar, yang notabene dosen IAI Al-Khairat Pamekasan. Gaffar saat ini tengah menempuh pendidikan program doktoral di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masarakat (LP2M) IAI Al-Khairat Pamekasan. Di mana para peserta pelatihan merupakan mahasiswa pilihan yang dinyatakan berhasil lolos proses seleksi karya berupa artikel dalam bentuk essay maupun opini.

Personalia LP2M, Moh Dannur menjelaskan, peserta berasal dari berbagai program studi (prodi) dari tiga fakultas berbeda di lingkungan internal kampus berbasis pesantren.

“Ini inisiatif demi memotivasi mahasiswa agar giat menulis. Tentunya tulisan dengan menekankan pada aspek literasi konkrit dalam bentuk essay ataupun opini,” katanya.

Dari total mahasiswa yang mengirimkan artikel, langsung disaring dan diseleksi. Karya yang dianggap baik selanjutnya diundang secara khusus untuk mengikuti proses pelatihan, selama dua hari, Sabtu-Ahad (15-16/12/2018).

Sementara itu, dilansir beritajatim.com, Abdul Gaffar menilai mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan memiliki nalar kuat dalam bidang literasi. Hal itu dibuktikan dengan beberapa artikel yang dikirim dan dinyatakan lolos proses seleksi.

“Pada dasarnya mereka memiliki nalar kuat dalam literasi, hanya saja mereka butuh dukungan,” kata Gaffar.

Ia mengatakan, peran serta para dosen maupun civitas akademika di antaranya bisa melalui aktualisasi dengan memanfaatkan berbagai media. Selain media internal kampus, juga bisa melalui media online ataupun cetak.

“Sekaligus bisa menjadi corong pengenalan kampus bagi khalayak,” jelasnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang