Re-Kreasi ADuin

"Re-Kreasi ADuin, saatnya keluar dari zona nyaman".

Kegiatan

ADuin, Ajak Mahasiswa Lampaui Batas Kreativitas


YOGYAKARTA – Para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta lagi punya gawe. Hingga akhir April 2018, berbagai rangkaian acara akan digelar secara beriringan. Seminar akan diselenggarakan di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pada 24 April 2018.

Seminar kali ini bertema Break The Limits With Creativity, dengan maksud tema tersebut sebagai wujud kampanye mahasiswa untuk lampaui batas dengan kreativitas. Acara seminar menghadirkan dua narasumber hebat, yaitu Erik Soekamti (Founder DOES University) dan Agus Mulyadi (Redaktur Mojok.co). Keduanya akan berbicara seputar kreativitas anak muda.

Ada juga acara lain, vakansi agensi pada 25 April 2018 dengan mengunjungi Mara Advertising (agency of the year Bagaskara Pinasthika) dan desa wisata Kasongan. Di sela-sela acara, akan diikuti dengan mata acara pameran seni mengenai dunia periklanan, dan diakhiri dengan mata acara terakhir. Atau malam puncak acara Advertising UIN (ADuin) yang disebut awarding night yang akan diselenggarakan pada 25 April 2018 di gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan itu merupakan bagian program tahunan, Creative Advertising Festival atau yang biasa dikenal dengan sebutan ADuin. Advertising UIN melibatkan seluruh mahasiswa S1 khususnya konsentrasi advertising (periklanan) dalam skala nasional.

Memasuki tahun ke-5, ADuin Festival mengusung tema “Re-Kreasi”. Tema ini diambil dari fakta kurangnya produktivitas anak muda dikarenakan kurangnya respon terhadap lingkungan dan terjebak di zona nyaman. Kegelisahan kepada generasi penerus bangsa yang semakin hari semakin kurang peduli dan terpaku pada sesuatu yang sudah tersedia.

Untuk rangkaian acara awarding night, berupa malam penganugerahan dan pemberian hadiah bagi para pemenang. Awarding night juga akan dimeriahkan beberapa guest star. Diantaranya Socialist, VOC, Mukti Entutz, dan Kavvah. Serangkaian acara ADuin sudah dimulai terhitung sejak 1 Maret 2018 dibuka dengan open brief.

Total, serangkaian acara yang akan diadakan ADuin terdiri dari 5 mata acara. Pertama, mata acara kompetisi iklan berupa TVC, print AD dan digital activation yang diselenggarakan pada 1 Maret – 6 April 2018. Mata acara berikutnya yaitu seminar yang akan diselenggarakan pada tanggal 24 April 2018.

“Harapannya kedepan, ADuin lebih dikenal dan diminati oleh mahasiswa-mahasiswa seluruh Indonesia,” ujar Eka Septiani, panitia ADuin 2018.

ADuin pertama kali digagas Dosen Ilmu Komunikasi, Rama Kertamukti pada 2013 lalu. Kemudian dilanjutkan generasi-generasi mahasiswa ilmu komunikasi konsentrasi advertising dan diangkat sebagai tradisi turun temurun yang dilaksanakan setiap tahun.

Pada tahun ini, tema “Re-Kreasi” yang diangkat memiliki makna ganda. Yaitu, re-kreasi yang dapat diartikan sebagai “kembali ber-kreasi” atau bisa juga dengan makna rekreasi itu sendiri yang berarti “bermain/explore/piknik”. Berangkat dari permasalahan tersebut, ADuin Festival 2018 mengajak masyarakat untuk ikut.

Khususnya, kaum muda untuk mulai mengexplore lingkungan sekitar. Sehingga, mampu menstimulus dan menghasilkan inovasi baru yang berguna bagi lingkungan dan masyarakat luas khususnya Indonesia.

Untuk mengkampanyekan event ini, panitia kegiatan ADuin sudah melaksanakan road show ke berbagai daerah di pulau Jawa. Mendatangi 9 universitas di Yogyakarta, 2 universitas di Solo, 2 universitas di Semarang, Jawa Tengah, 2 Universitas di Surabaya, Jawa Timur dan terakhir mendatangi universitas di Malang, Jawa Timur. Kegiatan selama road show adalah sosialisasi mengenai pengenalan apa itu ADuin, tema yang dibawa, kategori produk iklan yang dilombakan, seminar, serta malam penganugerahan atau awarding night. Tak lupa juga maksud dan tujuan diadakannya ADuin festival.

“Generasi muda lebih kreatif lagi dalam menghadapi tantangan zaman serta tidak terpaku pada zona nyaman” jelas Eka Septiani.


*Sumber tulisan Eri Septi Rahayu
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Apa Tanggapan Anda ?