Inovasi Tokoh

Berawal dari Hanjeli, 3 Mahasiswa Unpad Kembangkan Usaha Brownies

Siedoo, Pernahkan pembaca mendengar tanaman jelai/hanjeli diolah menjadi makanan yang enak. Di tangan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, tanaman itu dijadikan bahan makanan brownies kukus. Usaha kuliner itu pun mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Hanjeli merupakan salah satu pangan lokal yang mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Melalui produk brownies tersebut, mahasiswa ingin mengangkat hanjeli menjadi penganan yang disukai masyarakat. Hanjeli memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Jadi hanjeli ini punya kadar protein yang tinggi, kalsium yang tinggi, dan nongluten,” kata salah satu mahasiswa Dea Annisa Annas.

Dea tidak sendirian. Dua mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran yang lain, Mia Azizah Muzaki, dan Petrus Siahaan, bersama mengembangkan jelai/hanjeli menjadi brownies kukus. Selain rasanya enak, brownies ini juga menyehatkan.

“Kami buat brownies dari tepung hanjeli. Biasanya brownies dibuat dari tepung terigu, tetapi kami menggunakan tepung hanjeli,” imbuh Petrus seperti siaran pers Humas Unpad.

Perjalanan mereka untuk menjalankan bisnis ini tidak mudah. Masih banyak masyarakat yang enggan mencicipi brownies mereka karena merasa asing dengan hanjeli. Bahkan, diberi secara gratis pun banyak yang menolak.

Pengembangan produk pun terus dilakukan. Kini, sudah semakin banyak yang berminat bahkan menjadi pelanggan tetap brownies hanjeli. Pemesan bahkan ada yang berasal dari luar pulau Jawa, seperti Bali dan Lombok. Hanjeli Bakery juga membuka peluang bagi yang berminat menjadi reseller.

Brownies hanjeli ini dapat dipesan melalui Instagram @hanjelibakery_ atau Line: @wqf8597y. Brownies hanjeli memiliki beberapa pilihan topping yang menarik, seperti keju, almond, dan cokelat.

“Harapan ke depannya, semoga bisa punya toko sendiri. Orang juga jadi lebih mengenal hanjeli dari produk kita,” jelas Petrus.

Enak dan menyehatkan, mahasiswa Unpad olah hanjeli menjadi brownies kukus.

Suka duka perjalanan bisnis ketiga mahasiswa ini sudah dilalui. Awalnya, bukan hanya masyarakat yang kurang tertarik mengonsumsi hanjeli. Para petani pun masih sedikit  yang mau menanam hanjeli karena dinilai kurang menguntungkan. Melalui produk brownies ini, ketiga mahasiswa itu juga ingin memotivasi para petani untuk mau menanam hanjeli.

Saat ini, hanjeli yang digunakan Petrus dan tim dalam membuat brownies berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang. Mereka juga merangkul Kelompok wanita tani di desa tersebut untuk mengolah hanjeli sehingga memiliki nilai tambah.

Gayung bersambut, ketua Kelompok Wanita Tani Desa Sukajadi ternyata memiliki keinginan yang sama dengan Petrus, Dea, dan Mia, yaitu ingin meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi hanjeli. Dari sanalah muncul ide untuk membuat hanjeli menjadi brownies kukus, suatu kudapan yang digemari semua lapisan masyarakat.

Penelitian tersebut mereka gunakan sebagai materi skripsi, dengan pembagian fokus masalah yang berbeda antara Petrus, Dea, dan Mia. Sejak April 2018, ketiga mahasiswa ini sepakat menjalankan bisnis “Hanjeli Bakery”. Hanjeli Bakery pun sempat beberapa kali mengikuti pameran pangan untuk menyosialisasikan produk mereka pada masyarakat luas.

Apa Tanggapan Anda ?