Mahasiswa baru Untidar jalani program Bela Negara di Akmil. Mereka yang mengikuti program ini, terdiri dari berbagai program studi.

Daerah

Jejali Mahasiswa Baru dengan Program Bela Negara


MAGELANG – Mahasiwa Universitas Tidar (Untidar) Magelang mengikuti kegiatan Bela Negara di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. Para mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 ini mengikuti rangkaian acara hingga beberapa hari. Mereka dipandu langsung oleh personel khusus dari Akmil.

Gelombang I Bela Negara Untidar diselenggarakan Senin-Selasa (21-22/08/2017) dengan jumlah peserta sebanyak 314 mahasiswa. Mereka dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Teknik Elektro. Pada hari pertama, mahasiswa diwajibkan sudah tiba di Akmil pukul 07.00 WIB.

Dibantu para Penata Kelompok (Penakel) yang telah ditugaskan dari pihak kampus, mahasiswa baru melakukan presensi dan mulai dibagi ke dalam kelompok-kelompok. Selanjutnya pelatih dari Akmil akan mengambil alih kelompok dan mulai melakukan persiapan upacara pembukaan.

“Sebuah pengalaman baru mendapatkan kesempatan mengikuti Bela Negara di Akmil. Awalnya grogi tapi setelah lewat 1 atau 2 sesi sudah mulai terbiasa,” kata salah satu mahasiswa Ali Khasyful Gita.

Ali merupakan mahasiswa prodi Teknik Mesin yang juga mendapatkan kesempatan sebagai perwakilan mahasiswa dalam penyematan tanda peserta pada upacara pembukaan. Menurutnya, program ini memberikan banyak manfaat bagi dirinya.

“Setiap sesi, pemimpin kelompok diwajibkan melapor kepada pimpinan. Menyiapkan teman-teman dan setelah sesi berakhir kembali melapor,” jelas dia.

Pada sesi wawasan kebangsaan, ia jadi tahu bagaimana keadaan Indonesia saat ini. Dan bagaimana pentingnya sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya berpangku tangan.

“Namun juga peka terhadap keadaan sekitar dan yang pasti kami dilatih untuk disiplin dalam segala hal disini,” ungkapnya.

Kegiatan Bela Negara ini dilaksanakan berkat Universitas Tidar bekerjasama dengan Akademi Militer. Program Bela Negara ini diselenggarakan mulai 21-30 Agustus 2017. Mahasiswa dibagi menjadi 5 gelombang yang masing-masing, terdiri dari 2 hari pelaksanaan. Bela Negara bukan militerisasi tapi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan serta rasa cinta kepada tanah air.

“Semua program sudah terukur dan disesuaikan. Bukan seperti yang kami terapkan pada taruna Akmil,” jelas Wakil Direktur Pembinaan Lembaga (Binlem) Akmil Letnan Kolonel Inf Trenggono.

Mahasiswa diwajibkan datang pukul 07.00 WIB pada hari pertama dan akan menyelesaikan kegiatannya pada pukul 16.15 WIB pada hari kedua. Akmil menyediakan mess khusus mahasiswa untuk menginap selama 1 malam. Selama 2 hari 1 malam kegiatan Bela Negara ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk makan bersama para taruna di Akmil.

Mayor Inf Teguh Iman Waluyo SSos MM, Komandan Latihan Bela Negara menyatakan, pada awalnya mahasiswa pasti banyak yang takut. Bahkan ada yang grogi lalu jadi pusing, mual atau sakit. Tapi, kalau dijalani sesi per sesi dan nanti tiba pada saat akhir, pasti baru merasakan manfaat dalam program ini.

“Saya berharap program ini berkelanjutan. Diharapkan tahun depan bisa menjadi 3 hari tiap gelombangnya. Sehingga lebih maksimal penyerapan materi dan lain-lainnya,” jelas Teguh yang juga merupakan alumni FISIP Untidar Tahun 2011.

Apa Tanggapan Anda ?