Salah satu pemateri H Hajidin Alwi sedang memberikan penyuluhan narkoba di hadapan para siswa SMP Negeri 2 Mertoyudan.

Daerah

Anak Usia SMP Rentan Terkena Narkoba

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Siswa yang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) merupakan masa-masa transisi. Siswa-siswi SMP akan mengalami masa peralihan untuk mencari identitas diri. Dengan demikian, pada masa ini sangat diperlukan pembinaan dan pendampingan terhadap mereka.

Masa transisi ini dinilai sangat rentan terhadap sesuatu yang negatif. Seperti, kenakalan remaja, miras dan narkoba. Pada masa ini para orang tua, guru dan masyarakat ikut memberi andil terhadap terbentuknya jati diri generasi muda tersebut.

Menyikapi hal itu Dewan Pendidikan Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang menyelenggarakan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi pemuda. Kegiatan itu berlangsung secara estafet mulai 6-14 Maret 2017 di delapan Sub Rayon SMP. Yaitu Sub Rayon Salam, Muntilan, Mungkid, Mertoyudan, Tegalrejo, Grabag, Bandongan, dan Salaman.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Magelang Subroto mengatakan, penyuluhan ini untuk para siswa SMP. Pada hakikatnya, anak usia SMP merupakan tunas bangsa, potensi, generasi muda penerus cita-cita bangsa.

“Mereka memiliki peran strategis dan mempunyai ciri serta sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa di masa datang,” katanya.

Sementara itu, kepala SMP Negeri 2 Mertoyudan Aziz Amin Mujahidin mengatakan, masa transisi sangat membutuhkan perhatian orang tua. Selain itu, juga diperlukan pembinaan dan pendampingan secara intensif agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal negatif serta destruktif.

“Masa transisi rentan narkoba. Maka kegiatan ini merupakan salah satu pembinaan anak di sekolah,” katanya.

Apa Tanggapan Anda ?