Suasana saat sejumlah siswa mengikuti pengenalan soal robotika. Pertemuan ini merupakan cikal bakal untuk pembentukan Kampung IT.

Daerah

Menuju Kampung IT, Siswa Dilatih Robotika


MAGELANG – Sekitar 35 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dikenalkan tentang robotika. Para siswa tidak hanya dari wilayah kota saja, tetapi juga dari Kabupaten Magelang. Pengenalan robotika terhadap anak-anak ini merupakan salah satu upaya menuju Pembentukan Kampung Informasi Teknologi (IT) di lingkungan Perum Depkes, Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mengenalkan dan menggunakan teknologi untuk hal positif. Selain itu, juga bisa bermanfaat dan memacu daya kreatifitas anak. Kalau tidak dimanfaatkan dengan benar, bisa jadi keberadaan teknologi digunakan untuk kegiatan yang negatif.

“Saat pertemuan, kita kenalkan mobil-mobilan yang bisa berjalan sendiri bila terkena cahaya. Bahan-bahan material dari kita,” ujar salah satu penggagas Kampung IT Evi Dwi Hastutik.

Upaya mewujudkan Kampung IT ini mulai berjalan, diantaranya dengan melalui pengenalan dan pelatihan pembuatan robotik kepada anak seusia SD dan SMP. Hal ini akan berlanjut dan diupayakan berlangsung sebulan dua kali.

“Untuk waktunya hari Minggu, saat libur sekolah,” jelasnya.

Ia mengajarkan merangkai, lalu para siswa langsung praktik sendiri. Ia juga mencoba memberikan pengenalan pada penggunaan teknologi untuk kegiatan positif. Kegiatan ini secara tidak langsung akan mendongkrak kreatifitas pada diri siswa. Untuk pertemuan berikutnya, juga direncanakan dengan materi yang berbeda.

“Bila masih punya alat mainan bekas, siswa untuk membawa pada pertemuan selanjutnya. Misalnya seperti roda mobil-mobilan, robot-robotan dan lain sebaginya,” jelas dia.

Suami Evi, Tris Prayogo Muslim, yang juga penggagas Kampung IT menjelaskan, robotik adalah sistem yang bisa berjalan, bergerak, atau berubah secara otomatis. Mungkin saja yang di dalam benak sebagian orang, robotik itu adalah robot. Padahal, hal ini jelas berbeda.

“Robotik itu lebih pada ke sistem otomatis. Jam digital di masjid-masjid itu misalnya, yang bisa berbunyi saat jadwal salat, itu juga menggunakan sistem robotik,” urainya.

Pria asal Medan ini juga menyampaikan, terkait Kampung IT, bukanlah merubah nama lingkungan perumahan menjadi Kampung IT. Tetapi, lebih kearah perkumpulan atau komunitas, yang kedepannya diharapkan bisa membawa manfaat ke masyarakat.

“Untuk usia, nantinya tidak dibatasi,” katanya.

Sementara itu, salah satu siswa yang ikut pelatihan robotik Fatik, mengaku senang. Dia merasa mendapatkan sesuatu yang baru dalam bidang teknologi.

“Senang, bisa mengisi hari libur. Berlibur sambil bermain, tambah ilmu lagi,” tutur siswa SD IT Kota Magelang itu.

Apa Tanggapan Anda ?