Tokoh

Anak Penjual Cilok Jadi Lulusan Terbaik Unair

SURABAYA – Perjuangan Nur Syamsiyah selama menjadi mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya patut dicontoh. Nur Syamsiyah merupakan salah satu generasi spesial Unair. Berkat perjuangannya, dia meraih predikat wisudawan terbaik. Sebuah prestasi membanggakan dari anak seorang yang sederhana.

Nur Syamsiyah adalah putri pertama dari empat bersaudara pasangan Sutrisno dan Erna, tinggal di Pagesangan, Surabaya, Jawa Timur. Ketiga adiknya saat ini sedang duduk di bangku SMK, SMP, dan SD. Selama 20 tahun, Sutrisno membiayai pendidikan anak-anaknya dengan bekerja sebagai penjual cilok.

Atas prestasi yang diraihnya saat kuliah S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair, Syam sapaan akrab Nur Syamsiyah, menjadi wisudawan terbaik S1 FISIP Unair periode September 2018.

Rektor Universitas Airlangga Prof. Moh Nasih mengundang langsung Syam bersama kedua orangtua ke ruang rektor.

Dalam pertemuan itu, rektor menawarkan kepada Syam untuk kuliah S2 di Unair tanpa tes dan gratis SPP tiap semester. Dekan FISIP Unair Dr. Falih Suaedi, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, Syam adalah mahasiswa terbaik karena memiliki IPK nyaris sempurna, yaitu 3,90.

“Syam adalah mahasiswi Bidikmisi, dengan capaian kredit prestasi yang tinggi, juga banyak pergi ke luar negeri. Pak rektor secara spontan menawarkan Syam bisa S2 dengan SPP gratis dan bebas tes. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi mahasiswa Bidikmisi lainnya,” ujar Falih.

Ibunda Syam, Erna, mengatakan, bahwa dirinya begitu bangga dengan Syam. Dikatakan Erna, ada rasa syukur, bangga yang tidak bisa diungkapkan karena bisa diundang rektor. Syam punya semangat, walau dari keluarga tidak mampu. Orangtua hanya bisa mendukung asal dia bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan.

“Saya menekankan, walau kamu dari orang tidak mampu, kamu harus tunjukkan bahwa kamu bisa. Itu yang saya sampaikan kepada anak-anak saya. Selama menuntut ilmu jangan lupa berdoa, sebagai kewajiban dari hamba Allah,” ungkap Erna.

Usai bertemu rektor, Syam mengatakan bahwa dirinya akan mempertimbangkan tawaran Rektor.

“Saya memiliki mimpi bisa S2 di Swedia. Ada universitas impian saya, Lund University yang saya ingin ambil, studi tentang pembangunan. Saya juga membuka peluang-peluang yang mungkin bisa saya ambil. Tawaran pak rektor untuk studi di S2 adalah kehormatan luar biasa bagi saya. Insha Allah akan saya pertimbangkan,” ujar Syam, seperti ditulis beritajatim.com.

Selama kuliah Syam menerapkan disiplin terhadap dirinya sendiri. Semester 1 Syam sudah mengatur timeline perkuliahan. Semester 1-2 digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus.

Selain itu Syam juga aktif di organisasi Mapanza, AUBMO (Organisasi Bidikmisi Unair), selanjutnya berusaha aktif di luar kampus. Tahun 2015 menjadi koordinator VEDHA (Viva Education of Drugs and HIV-AIDS) Jawa Timur.

Pada semester akhir Syam giat mengikuti lomba debat. Beberapa prestasi dan penghargaan yang diraih Syam selama kuliah di Unair antara lain, Best Speaker - National Debate Competition dalam “Public Expo” 2018. Juara 3 - National Debate Competition dalam “Public Expo” 2018. Juara 3 - Lomba Inovasi Kebijakan Publik dalam  “National Governance Days” 2018. Juara 1 - Semar Short Movie Competition dalam “Festival Ilmiah Mahasiswa” 2018.

Mahasiswa Inspiratif - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Tahun 2017. Best Programme - Pemilihan Duta Pangan Jawa Timur Tahun 2016. Juara 2 Mahasiswa Berprestasi - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Tahun 2015. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?