Nasional

Tes CPNS Rencana di 875 Lokasi, Sistemnya UNBK

JAKARTA – Jumlah intansi pemerintah pusat maupun daerah yang membukan rekrutmen CPNS 2018 jumlahnya tergolong besar. Di pemerintah pusat ada 76  kementerian dan lembaga negara dan  525 instansi di pemerintah daerah, hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Hampir di semua intansi pemerintah daerah membuka lowongan untuk tenaga pendidik, tak terkecuali di beberapa kementerian Kemenag, Kemenristekdikti hingga Kemendikbud.

Dalam pelaksanaan tes nanti, lokasi tes juga tak lepas dari perhatian pemerintah. Seiring waktu mendekati tes jumlah lokasinya semakin bertambah. Akhir September 2018 lalu sudah tercatat 176 lokasi. Informasi terbaru, rencana titik lokasi tersebar di 875 titik.

“Untuk mencakup tempat tes yang lebih dekat bagi peserta tes. Rencana jumlah titik lokasi yang tersebar berjumlah 875 titik lokasi,” kata Sekretaris Utama BKN, Supranawa Yusuf, dilansir dari bkn.go.id.

Penentuan Lokasi Pertimbangkan Tiga Faktor

Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan, menyatakan ada tiga indikator penentuan titik lokasi. Pertama, jarak tempuh paling jauh rata-rata domisli calon peserta menuju ke tempat tes. Kedua, kesulitan waktu tempuh.

"Kan ada yang jaraknya (ke lokasi tes) 20 km harus makan waktu 2 jam. Terus 100 km cuman 2 jam. Jarak kilometer dari peserta terjauh kita hitung," katanya dilansir dari liputan6.com.

Indikator ketiga, yakni potensi jumlah pelamar pada suatu daerah. Ridwan juga menjelaskan, BKN sudah persiapkan langkah antisipatif bilamana permintaan tes di kawasan yang relatif sulit dijamah transportasi seperti di Papua dan Maluku.

Sebagai gambaran, dia memberikan contoh, penetapan titik lokasi tes di Jawa Timur yang akan disediakan di berbagai sudut provinsi. Antara lain di Banyuwangi (ujung timur), Madiun (ujung barat), hingga Surabaya (sisi utara).

"Kita tidak ingin seperti tahun lalu, yang tidak terlalu menghitung jumlah uang yang dikeluarkan peserta untuk persiapan itu. Kita juga harus lebih humanis, menghitung biaya riil yang mereka keluarkan untuk makan, menginap, transportasi, dan sebagainya," tutur dia.

Pakai Sistem UNBK Masih Proses Pemetaan

Sistem ujian seleksi CPNS 2018 dilakukan dengan berbasis komputer atau computer assisted test (CAT). Pada seleksi CAT ini, BKN bekerja sama dengan Kemendikbud yang akan memanfaatkan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sekolah-sekolah penyelenggara UNBK kemungkinan akan menjadi tempat uji seleksi CPNS. Sehingga, memudahkan dan meringankan beban peserta, khususnya pembiayaan terkait transportasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini hampir tidak ada kabupaten/kota di Indonesia yang tidak terjangkau jaringan Kemendikbud. Selain jaringan, Kemendikbud juga berperan dalam penyediaan soal-soal yang digunakan untuk seleksi.

"Tinggal nanti ada modifikasi saja. Selama ini kan dipakai untuk UNBK, kemudian nanti dipakai untuk tes CPNS," ujarnya dilansir dari kemdikbud.go.id.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, meski memanfaatkan sistem UNBK, koordinasi semua sistem seleksi CPNS tetap berada di bawah BKN.

“Jadi satu sistem terdiri dari sub-sub sistem. Ada yang menggunakan aplikasi BKN, ada yang UNBK. Jadi dengan UNBK, tempat ujinya bisa di sekolah-sekolah penyelenggara UNBK,” katanya.

Totok menambahkan, penentuan daerah dan sekolah yang akan menjadi lokasi ujian tergantung pada pemetaan yang dilakukan BKN. Pemetaan lokasi ujian oleh BKN bisa dilakukan setelah semua data peserta masuk.

“Sekarang belum ditentukan daerah mana saja. Nanti BKN akan memetakan dari peserta yang masuk, tinggalnya di mana saja, lalu dipetakan mana yang (ujian) di tempat UNBK , mana yang pakai (aplikasi) BKN. Nanti dipetakan bersama dengan BKN, tidak bisa dipetakan sekarang,” ujar Totok.

Pemanfaatan sistem UNBK dalam seleksi CPNS diharapkan dapat memudahkan pelaksanaan seleksi CAT yang dipersyaratkan dalam seleksi sesuai standar BKN.

"Kami berkolaborasi untuk membangun sistem itu. Sehingga sekarang ini tes bisa dilakukan di semua kabupaten/kota," kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?