Lembaga Pers Mahasiswa Tidar 21 melakukan aksi damai dengan tema “Simpatik Pers” untuk memperingati Hari Pers Nasional. HPN yang jatuh pada 9 Februari sangat dinantikan untuk menyuarakan aspirasi para jurnalis.

Nasional

HPN, Mahasiswa  Ajak Masyarakat Mengkritisi Berita 

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG –  Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari dirayakan di berbagai daerah pelosok nusantara. Di Kota Magelang, para mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Tidar 21 Universitas Muhammadiyah Magelang ikut turun ke jalan meramaikan HPN 2017. Mereka mengajak masyarakat untuk untuk bersikap kritis dan berhati-hati dalam mengkonsumsi berita.

Aksi damai dengan tema “Simpatik Pers” ini diawali di Alun-alun Kota Magelang. Wartawan kampus ini juga membawa berbagai poster berisikan pesan moral kepada masyarakat. Mahasiswa juga menggelar aksi treatikal di lokasi unjuk rasa.

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap jurnalis yang belum sepenuhnya merdeka. Terhadap media yang tidak mengerti arti pers sebenarnya dan kepedulian kita terhadap masyarakat, agar lebih kritis dalam memilih berita,” kata salah satu mahasiswa Sulis Gondrong.

Maraknya informasi palsu atau hoax belakangan ini juga menjadi perhatian mahasiwa. Menurut Sulis, ketegasan dan semangat menjunjung kode etik sangat diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat sesuai dengan fakta. Ia mengajak masyarakat, instansi pendidikan, pemerintah, serta perusahaan media yang berkaitan dengan pers untuk menjujung tinggi kode etik jurnalistik.

“Selain itu juga perusahaan media untuk memenuhi hak-hak sebagai seorang jurnalis. Independen dan menggali kebenaran informasi. Kami mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan berhati-hati dalam mengkonsumsi berita dan jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang masih abstrak sumbernya,” jelasnya.

Anis Thile mahasiswa lainnya menyatakan, LPM Tidar 21 mengkritik media yang masih berpihak pada penguasa dan para pemilik modal. Ia berharap dengan bertambahnya teknologi informasi, pers sebagai wahana komunikasi masa yang melaksanakan kegiatan jurnalis dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

“Sehingga berita yang tersebar bukanlah berita burung yang dapat memprovokasi masyarakat. Kami berharap informasi yang disampaikan oleh media tidak memihak segelintir orang saja. Namun sesuai dengan realita dan kebenarannya,” kata Thile.

 

Apa Tanggapan Anda ?