Mahasiswa dari Sabang - Merauke mengikuti Pelatihan Kepemimpinan di Lapangan Taruna Bakti Akmil Magelang. Mereka adalah para penerima beasiswa yang dikelola oleh Yayasan Karya Salemba Empat.

Nasional

Mahasiswa se Nusantara Berlatih di Markas Akmil


MAGELANG – Mahasiswa-mahasiswi dari berbagai daerah di nusantara berkumpul di Lembah Gunung Tidar Markas Akademi Militer (Akmil) Magelang. Sebanyak 225 mahasiswa dari 25 perguruan tinggi negeri ini mengikuti Pelatihan Kepemimpinan langsung dari instruktur Akmil. Acara tersebut berlangsung Jumat, 27 Januari hingga Sabtu, 4 Februari 2017.

Para mahasiswa yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan merupakan penerima beasiswa yang dikelola Yayasan Karya Salemba Empat (KSE). Diantaranya 100 mahasiswa dari penerima beasiswa PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood), 100 beasiswa dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan 25 mahasiswa penerima beasiswa dari Give2Asia. Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Arif Rahman membuka acara disaksikan Ketua KSE Arief Wana, GM Corporate Communications Indofood Stefanus Indrayana, Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata Eka Bramantya Danuwirana dan Program Consultant for Indonesia Give2Asia Anna Juliasih di Lapangan Taruna Bakti.

Ketua KSE Arief Wana menjelaskan, yayasan membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa S1 yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh beasiswa. Saat ini yayasan sudah bekerjasama dengan 25 perguruan tinggi negeri dari Sabang sampai Merauke. Kerjasama ini untuk menyalurkan beasiswa, diantaranya dari Indofood, XL dan Give2Asia.

“Kami berharap akan banyak lagi perusahaan yang mau berpartisipasi aktif membangun generasi muda. Seperti yang dilakukan Indofood, XL Axiata dan Give2asia ini,” katanya.

Selama pelatihan, para peserta akan menerima materi yang meliputi pengembangan karakter, personal grooming, disiplin, wawasan kebangsaan dan bela negara. Kali ini, materi akan ditekankan pada aspek implementasinya. Arief juga mengungkapkan penghargaannya kepada Indofood, XL Axiata dan juga Give2Asia yang sudah membekali penerima beasiswa dengan softskill, disamping bantuan dana pendidikan.

“Tentunya, ini akan memberikan gambaran lebih mendalam bagi mahasiswa. Bagaimana memacu dirinya untuk menjadi pemimpin yang berkualitas,” jelas Arief Wana.

Sementara Gubernur Akmil Mayjen TNI Arif Rahman menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Selain memberikan beasiswa, mahasiswa juga diasah jiwa kepemimpinannya serta rasa cinta terhadap tanah air. Ia merasa program ini juga sejalan dengan visi Akmil sebagai Center of Excellence yang dapat mewujudkan hasil didik yang profesional dan dicintai rakyat.

“Harapan kami, setelah pelatihan para peserta dapat lebih aktif untuk berkarya dibidang masing-masing demi kemajuan bangsa dan negara,” katanya.

Menurut dia, Bela Negara bukan hanya menjalankan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia, melainkan juga sebagai bentuk kehormatan warga untuk mewujudkan pengabdian dan sikap rela berkorban terhadap bangsa dan negara. Bela Negara merupakan salah satu kunci untuk melawan derasnya tantangan era globalisasi yang sudah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan dengan segala dampak positif maupun negatif yang dibawanya.

“Untuk itu, kesadaran Bela Negara harus ditanamkan kepada para generasi muda sebagai wujud pengabdian kepada Negara Indonesia. Karena Bela Negara dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperluas wawasan kebangsaan pada setiap warga negara,” jelasnya.

Gubernur juga menyampaikan, mahasiswa mahasiswi sebagai kaum intelektual dan generasi muda harapan bangsa, harus mampu untuk terus mengembangkan kapabilitas, kompetensi, integritas, dan daya saing. Dengan demikian, mempunyai daya nalar yang tinggi dan karakter kepemimpinan yang kuat untuk memajukan bangsa dan Negara di masa depan.

“Peran mahasiswa yang sangat penting, maka perlu diberikan pendidikan dan pelatihan Bela Negara yang dilakukan secara konsisten dan komprehensif. Sehingga diharapkan tidak saja cakap secara intelektual, akan tetapi juga mempunyai karakter kebangsaan yang kuat, nilai kedisiplinan yang tinggi dan kepemimpinan lapangan yang matang,” katanya.

Apa Tanggapan Anda ?