Nasional

Data Universitas dan Progam Studi Pelamar CPNS 2018

JAKARTA– Formasi tenaga pendidik dalam penerimaan CPNS tahun 2018 menjadi yang terbanyak. Dari 238.015 formasi, formasi guru berjumlah 112 ribu. Ini terbanyak dalam sejarah penerimaan CPNS.

Hal ini juga berdampak pada jumlah pelamar yang memiliki disiplin ilmu guru.

Hingga hari kelima setelah pendaftaran CPNS resmi dibuka, pelamar dari program studi guru SD menjadi pelamar terbanyak, jumlahnya 8.915 orang. Terbanyak kedua berasal dari kebidanan 5.813 dan pendidikan Agama Islam 5.084.

Sedangkan perguruan tinggi asal pelamar yang terbanyak adalah Universitas Terbuka 4.059 orang, Universitas Pendidikan Indonesia 1.613, dan Universitas Negeri Padang 1.216.

Sedangkan instansi pilihan pelamar paling banyak adalah Kemenkumham sebanyak 15.588, Kemenag 3.028, Kejagung 2.263, Kemendikbud 1.591, dan Kemenhub 1.461.

Hingga hari tersebut, pendaftaran CPNS 2018, jumlah pelamar yang sudah memilih instansi di portal SSCN (sistem seleksi CPNS nasional) 53.852 orang. Sedangkan pelamar yang telah diverifikasi oleh instansi 9.785 orang. Sudah 89 persen instansi yang mengumumkan formasinya.

"Para pelamar ini paling banyak dari lulusan Universitas Terbuka dengan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)," ujar Kabiro Humas BKN, Mohammad Ridwan, dilansir dari jpnn.com.

Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat menyatakan, universitas yang dipimpinnya menelorkan banyak guru PNS. Dari 1,3 juta guru PNS, sebanyak 60-70 persen merupakan lulusan UT.

"Jadi UT sangat signifikan melahirkan guru S1 di Indonesia, jumlahnya sangat banyak. Kalau sekarang ada sekitar 1,3 juta guru SD tersebar, mungkin sekitar 60-70 persen lulusan UT,” akunya.

Terkait paling banyak formasi pendaftaran CPNS dari tenaga pendidik, mendapat tanggapan dari Mendikbud Muhadjir Effendy.

"Ini menunjukkan kesungguhan pemerintah di dalam memerhatikan masalah guru dan tenaga kependidikan. Mohon kerja bersama semua pihak,” kata Mendikbud dilansir dari kemdikbud.go.id.

Persoalan guru di Tanah Air cukup banyak, mulai hingga tingkat kesejahteraan guru hingga soal fasilitas pendidikan.

“Namun, semua masalah memang tidak mungkin diselesaikan semua dalam waktu singkat. Bertahap," tandasnya.

Data dan Tujuan Pelamar

Berikut jumlah pelamar, asal program studi, instansi yang diminati dari pemerintah pusat hingga wilayah kerja (wiker). (sumber humas BKN)

Tiga Besar Universitas Asal Pelamar

1. Universitas Terbuka 4.059
2. Universitas Pendidikan Indonesia 1.613
3. Universitas Negeri Padang 1.216

Tiga Besar Prodi Asal Pelamar

1. Pendidikan Guru SD 8.915
2. Kebidanan 5.813
3. Pendidikan Agama Islam 5.084

Tiga Besar Instansi Pusat

1. Kemenkumham 15.588
2. Kemenag 3.028
3. Kejagung 2.263

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Yogyakarta

1. Pemprov Jateng 1.918
2. Pemko Semarang 340
3. Pemkab Cilacap 305

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Surabaya

1. Pemprov Jatim 1.509
2. Pemkab Jember 371
3. Pemkab Gresik 370

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Bandung

1. Pemkot Bandung 1.774
2. Pemkab Serang 1.044
3. Pemkab Pangandaran 867

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Makassar

1. Pemkot Makassar 205
2. Pemkab Pinrang 204
3. Pemkab Pangkajene dan Kep 176

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Jakarta

1. Pemprov DKI 954
2. Pemkab Melawi 466
3. Pemkab Sambas 329

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Medan

1. Pemkab Deli Serdang 401
2. Pemkot Tanjungbalai 224
3. Pemkab Langkat 184

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Palembang

1. Pemkot Palembang 525
2. Pemkot Banyuasing 361
3. Pemkab Tebo 338

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Banjarmasin

1. Pemkot Balikpapan 254
2. Pemkot Banjarmasin 249
3. Pemprov Kaltara 239

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Denpasar

1. Pemkab Manggarai 402
2. Pemkab Sikka 248
3. Pemkab Ende 174

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Manado

1. Pemprov Malut 257
2. Pemkab Kep. Sula 176
3. Pemprov Gorontalo 143

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Pekanbaru

1. Pemkot Pariaman 786
2. Pemprov Sumbar 483
3. Pemkab Kep. Mentawai 412

Tiga Besar Wilker Kanreg BKN Aceh

1. Pemkab Aceh Singkil 122
2. Pemko Langsa 84
3. Pemkab Aceh Selatan 77

(Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?