Nasional

Libatkan Polri, Seleksi CPNS Dijamin Bebas dari Ancaman Hacker

JAKARTA – Negara melibatkan Kepolisian Negara Republik (Polri) untuk membantu pengamanan pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018. Keterlibatan korp tersebut bukan hanya pengamanan fisik. Tetapi juga pengamanan siber, ancaman hacker, dan lainnya.

"Karena itulah kita melibatkan Polri untuk mengamankan, mengawasi, sekaligus membantu pengawasan dalam penyelenggaran seleksi CPNS ini. Kita belajar dari keberhasilan Polri dalam rekrutmen di lingkungan kepolisian beberapa tahun ini yang sangat bersih dan tak ada gejolak," kata MenPAN-RB, Syafrudiin, dalam rilisnya.

Dengan adanya jaminan tersebut, jelasnya, supaya  mereka yang berjuang, ikut seleksi CPNS, bisa menerima hasilnya dengan ikhlas.

“Kalau dia lulus, Alhamdulillah. Kalau tidak lulus, dia akan menerima,” tandasnya.

Ujian seleksi CPNS tahun ini untuk mengisi formasi 238.015 harus memberikan kepastian kepada masyarakat yang mengikuti seleksi. Yang diupayakan atau dihasilkan dari seleksi ini betul-betul murni, tidak ada gangguan atau pun rekayasi oleh pihak-pihak lain.

Syafruddin menyampaikan pesan kuat agar segala bentuk niat-niat yang negatif dalam pelaksanaan seleksi CPNS ini agar dihentikan dan tidak sampai dilakukan.

"Ini atas nama negara. Bapak Presiden sudah menugaskan kita semua untuk menjadi ujung tombak dalam penerimaan CPNS ini. Demi kepentingan bangsa dan negara, dan masyarakat," kata mantan Wakalpori ini.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan terima kasih atas dilibatkannya secara resmi kepolisian dalam rekrutmen CPNS tahun 2018 ini.

"Ini melibatkan jumlah masyarakat  yang besar. Sampai lima juta peserta. Karena melibatkan massa yang besar, tentu ada yang puas, ada yang tak puas. Ini potensi gejolak," kata Tito Karnavian.

Jika sampai terjadi gejolak, ujung-ujungnya adalah terlibatnya kepolisian. Biasanya, polisi kadang menerima residu, menerima ujungnya saja.

“Dengan terlibat semenjak awal, potensi-potensi ketidak-puasan sudah dapat kita redam sedini mungkin,” ujarnya.

Caranya, seperti yang dilaksanakan saat ini, rekrutmen dilaksanakan secara transparan dan bersih. Sehingga, mereka  yang ikut seleksi akan tahu mengapa dia tidak lulus kalau tidak lulus.

“Dan mereka yang lulus akan diterima oleh yang lain,” imbuhnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?