Nasional

Tidak Diangkat Jadi Guru PNS, 46 Sekolah Disegel

PAMEKASAN – Rektrutmen CPNS tahun 2018 memiliki dampak yang luar biasa, khususnya dalam bidang pendidikan. Batas maksimal umur pendaftar CPNS, 35 tahun per 1 Agustus 2018, membuat guru honorer di berbagai daerah melakukan aksi mogok mengajar.

Yang terbaru, kini buntut dari perekrutan tersebut sampai ada aksi penyegelan 46 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (20/9/2018). Benar-benar diluar batas.

Aksi penghentian kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dilakukan oleh pemilik lahan sekolah. Mereka rata-rata dijanjikan oleh pemerintah, jika lahan miliknya didirikan bangunan sekolah maka akan diangkat menjadi PNS. Mengingat, status pemilik lahan adalah guru honorer.

Sebagaimana ditulis tribunnews.com, seorang pemilik lahan yang kini ditempati SDN Bajur Barat 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Herman mengatakan, penyegelan dilakukan karena ia kecewa dengan pemerintah yang ingkar janji.

Dirinya lebih dari 15 tahun menunggu janji untuk mengangkat dirinya menjadi PNS. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan.

Diakui, lahan yang berdiri gedung SDN ini, sertifikat tananya masih atas nama dirinya dan belum dialihkan.

Selama ini, setiap ia dan beberapa orang sesama pemilik lahan yang mengalami nasib sama, setiap menanyakan disuruh bersabar dan menunggu.

“Lalu sampai kapan saya dan teman-teman yang mengalami nasib sama seperti saya menunggu kepastian untuk diangkat jadi PNS,” akunya.

Ia mengerti dan paham, jika tindakan tersebut berdampak pada pendidikan anak-anak.

“Tapi bagaimana lagi, saya lakukan ini terpaksa, agar pemerintah tidak hanya berjanji,” tambahnya.

Supardi, pemilik lahan yang ditempati SDN Plakpak 3, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan mengungkapkan, sebenarnya dirinya tak ingin menyegel sekolah. Namun jika ini tidak dilakukan, maka selamanya tetap seperti ini, tidak akan diangkat jadi PNS.

Menurut Supardi, beberapa waktu lalu ketika ada pengumuman formasi lowongan CPNS, ia dan teman-temannya sedikit terhibur.

Ia beranggapan, barangkali saat inilah dirinya diangkat jadi PNS. Tapi kegembiraanya sirna, lantaran dirinya dan teman-temannya tidak diangkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Pamekasan, Moh Tarsun mengaku telah mengetahui aksi itu.

Pihaknya memerintahkan masing-masing cabang dinas untuk segera menyelesaikan kasus tersebut.

"Dan saya juga akan memimpin langsung guna menyelesaikan permasalah ini," kata Tarsun dilansir dari liputan6.com

Sebanyak 46 sekolah yang disegel pemilik lahan di Pamekasan, yakni SDN Rek-Kerek 4, SDN Bulangan Barat, SDN Sana Laok 2, SMPN 1 Pagantenan, SDN Palesanggar 1, SDN Tanjung 3, SDN Tanjung 1, SDN Plakpak 3, SDN Palesangger 2, SDN Tolanto Raja 5.

Lalu, SDN Pangereman 4, SDN Panaguan 1, SMPN 1 Pasean, SDN Panaan, SDN Bajang 1, SDN Bujur Timur 1, SDN Pakong 7, SDN Palesanggaer 3, SMAN 1 Waru, SDN Tebul Timur 3, SDN Tebul Barat, SDN Pasanggar 5, SDN Pasangger 2, SDN Bujur Timur 2.

Selain itu, SDN Pasangger 3, SDN Binsang 3, SDN Bujur Barat 2, SDN Bulangan Haji 1, SDN Sana Tengah 1, SDN Waru Timur 3, SDN Tebul Timur 3, SDN Batu Kalangan 1, SMPN Palengaan, SDN Ambender 4, SDN Dasok 1.

Di samping itu ada SMP Satu Atap Plakpak, SDN Potoan Daya 2, SDN Ambender 2, SDN Plakpak 2, SDN Pasanggar 4, SDN Plakpak 6, SDN Rangperang Daya 3, SDN Plakpak 7, SDN Waru Barat 5, SDN Tagangser 4, dan SDN Batu Bintang 7. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?