MenPAN-RB Syafruddin. foto: sindonews.com

Nasional

Masih Fokus di Asian Games, Setelah itu CPNS


JAKARTA – Usai Syafruddin dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), pembukaan lowongan CPNS masih simpang siur. Sebab, menteri pengganti Asman Abnur tersebut saat ini juga konsentrasi terhadap gelaran Asian Games 2018.

Dia kini juga harus berkonsentrasi untuk mengurus even olahraga berskala internasional tersebut. Sebab, dalam ajang bergengsi tersebut, Syafruddin bertindak sebagai Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM). Ia pun mengakui jika telah mendapatkan izin langsung dari Presiden.

“Saya sudah diizinkan untuk menyelesaikan tugas di Asian Games oleh Bapak Presiden,” kata dia sebagaimana ditulis bangkapos.com.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana justru mengutarakan adanya kemungkinan jadwal penerimaan CPNS 2018 yang kembali mundur.

“Pak Menteri kan Chef de Mission, jadi butuh waktu, ini kan dua perhelatan besar, jadi Asian Games tanggal 2 (September) selesainya,” tandasnya.

“Fokus ke sana dulu, baru setelah itu kita rilis,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah bakal membutuhkan 220.000 CPNS. Terbanyak dari kuotas guru dengan jumlah sekitar 100.000 orang.

Sementara itu, sebagaimana ditulis merdeka.com, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengajukan 500 lowongan CPNS. Sumber daya manusia (SDM) yang paling dibutuhkan adalah yang menguasai bidang teknis.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi jabar, Iwa Karniwa menyebut proses perekrutan bergantung kepada persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Insya Allah formasi lowongan CPNS Pemprov Jabar akan mulai dibuka Agustus 2018 ini. Sekarang tinggal menunggu dari Kementerian PAN-RB untuk pelaksanaan seleksi,” katanya.

Sebetulnya, kebutuhan pegawai tidak akan cukup hanya dengan tambahan 500 orang, mengingat angka pensiun setiap tahun bisa mencapai ribuan orang. Namun jumlah itulah yang disetujui oleh kementerian.

Meski begitu, Iwa menilai wajar minimnya penerimaan CPNS tersebut. Selain untuk mengurangi beban anggaran belanja pegawai, hal itu pun berkaitan dengan peningkatan kualitas para ASN, khususnya di lingkungan Pemprov Jabar.

Itulah alasan mengapa formasi CPNS yang paling banyak dibuka Pemprov Jabar adalah pegawai di bidang-bidang yang lebih teknis. Terutama tenaga pendidikan SLTA, terlebih yang pensiun di Jabar cukup banyak setiap tahunnya.(Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?