Nasional

Mendikbud Minta Mahasiswa Unisa Kuasai Bahasa Asing

YOGYAKARTA - MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP, minta supaya mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menguasai bahasa asing. Menurutnya bahasa asing, terutama Inggris, menjadi jembatan untuk membangun jaringan dengan internasional.

Muhadjir mengungkapkan hal itu di depan ribuan mahasiswa baru Unisa yang mengikuti masa taaruf (mataf) 2018. Mahasiswa baru sangat beragam dari 34 provinsi di Indonesia dan ada pula yang nonmuslim. Mereka berbaur bersama-sama mengikuti kegiatan untuk menumbuhkan keimanan, ketakwaan sekaligus rasa nasionalisme.

”Di era global yang sudah memasuki Revolusi Industri 4.0 ini, semua mahasiswa terutama mahasiswa baru Universitas Aisyiyah harus siap menghadapinya. Era baru sudah datang dan seluruh manusia di dunia mengalaminya,” ujar Muhadjir.

Ia mengatakan generasi muda di era sekarang harus memiliki lima hal kalau ingin eksis di zaman global. Lima hal yang harus yakni berpikir kritis dan jadi pemecah masalah, kreatif dan inovasi, trampil berkomunikasi, mau kolaborasi dan percaya diri. Selain itu, ia menegaskan berkali-kali pentingnya penguasaan bahasa asing.

Kampus Unisa yang peduli dengan persoalan-persoalan kesehataan sudah punya nama tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara lain. Ini karena lulusannya yang dari keperawatan, kebidanan, fisioterapi tersebar di berbagai negara.

“Beberapa negara memang sangat membutuhkan tenaga profesional dan terampil bidang kesehatan. Indonesia menjadi salah satu yang dipercaya karena sosok pekerjanya profesional, ramah dan menguasai bahasa asing,” imbuh Mendikbud.

Ia mencontohkan negara Jepang dan Denmark yang sangat membutuhkan tenaga kesehatan dari Indonesia. Mereka sudah merasakan pekerja Indonesia yang memang terampil dan mudah menyesuaikan diri di mana pun.

Rektor Unisa, Warsiti S.Kp, M.Kep, Sp.Mat, menambahkan, kampusnya selain menekankan kualitas akademi juga keterampilan mahasiswa. Ketika mereka lulus, ada kelebihan yang dimiliki sehingga bisa bersaing di dunia kerja. Kampus mempersiapkan lulusannya tak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga di luar. (Siedoo/Net)

Apa Tanggapan Anda ?