Mendikbud Muhadjir Effendy. foto: liputan6.com

Nasional

Pesan Penting Mendikbud dalam HUT ke-73 Kemerdekaan RI

Iklan SMA Mutual

JAKARTA - Dalam rangka memenuhi janji kemerdekaan, khususnya untuk memberi titik tekan pada diksi mencerdaskan kehidupan bangsa, masyarakat mempercayai bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan perubahan menuju perbaikan. Yakni, menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Hal tersebut ditandaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy dalam Pidato Upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (17/8/2018).

"Oleh karenanya kita tak henti-hentinya melakukan upaya pembenahan bidang pendidikan ini agar jalan perubahan tetap pada rel yang benar. Sehingga, tidak hanya sesuai dengan arah cita-cita bangsa, tetapi juga dapat lari dengan cepat mengejar perkembangan zaman," tandasnya.

Seperti diketahui, tahun ini memasuki tahun ke-20 Era Reformasi. Berbagai tatanan baru, termasuk dalam kewenangan bidang pendidikan yang terdesentralisasi sudah terjadi. Namun perlu disadari, reformasi ternyata baru menyentuh perombakan institusional dan belum banyak menghasilkan perubahan paradigma, pola pikir dan budaya kerja.

"Saatnya kita menyudahi transisi yang berkepanjangan ini dan memasuki era Indonesia yang demokratis, sejahtera, berkeadilan dan bermartabat. Paradigma pemerataan kualitas pendidikan yang sering menjadi wacana sudah saatnya terejawantah dalam bentuk regulasi yang matang dan berani agar reformasi di bidang pendidikan benar-benar terwujud," jelas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Dengan niat baik dan kerja keras, semua, para orang tua, anak-anak, para guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas serta pemangku pendidikan, ikhtiar ini akan membuahkan hasil.

"Untuk mengimplementasikan amanat program kerja Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, maka reformasi pendidikan meliputi membangun pondasi karakter anak-anak kita sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Memberikan porsi lebih besar penguatan pendidikan karakter pada jenjang Sekolah Dasar, serta memberi perhatian pada revitalisasi kejuruan," paparnya.

Dikatakan, pemerataan pendidikan yang berkualitas dilakukan selain menggencarkan manfaat Program Indonesia Pintar melalui ikon Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemerintah juga telah menetapkan aturan zonasi yang tak hanya akan diterapkan pada penerimaan murid baru. Tetapi juga untuk redistribusi guru, penataan fasilitas pendidikan, serta menata ekosistem pendidikan yang lebih kondusif.

"Pendidikan yang berkualitas tidak hanya di kota besar. Namun, juga di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T)," tegasnya.

Kurikulum saat ini, ujarnya, mengacu kepada kebutuhan daya saing bangsa, dengan visi menghasilkan lulusan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa. Yaitu, lulusan-lulusan yang bukan hanya mencari kerja tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja dengan karakter yang mulia.

"Dalam waktu bersamaan, perhatian kita tujukan pada penguatan kebudayaan, dan bahasa Indonesia yang difokuskan pada konservasi dan revitalisasi bahasa daerah yang terus digalakkan," ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, bahwa Presiden telah memberikan arahan agar menggencarkan pembangunan infrastruktur segera diikuti dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini juga tertuang dalam empat pilar Visi Indonesia 2045, yaitu:

1. Pembangunan SDM dan penguasaan iptek.

2. Perkembangan ekonomi berkelanjutan.

3. Pemerataan pembangunan.

4. Ketahanan nasional dan tatakelola pemerintahan.

Untuk itu, kata Mendikbud, pembangunan SDM dalam bidang pendidikan, diarahkan untuk mengantisipasi dua hal. Pertama, menyiapkan SDM agar dapat beradaptasi dan hidup selaras dengan perkembangan zaman.

Kedua, meminimalisasi dampak sosial dari pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilaksanakan.

Dikatakan, penempatan SDM sebagai pilar pertama mempertegas bahwa SDM menjadi faktor yang sangat penting dalam menopang pembangunan suatu negara. Dengan SDM yang memiliki kompetensi serta produktivitas tinggi, maka negara dapat mencapai pertumbuhan optimal dan juga memiliki nilai daya saing yang lebih tinggi.

"Semoga Tuhan yang Maha Esa meridhoi niat tulus kita dalam berkontribusi untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia. Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Marilah kita terus bersinergi untuk pendidikan bangsa ini," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?