Nasional

Mendikbud Sebut, Masalah UNBK Tidak Mengganggu

TANGERANG - Pelaksananan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTs sederajat di seluruh Indonesia pada hari pertama kemarin (23/4) tidak berjalan mulus. Pelaksanaannya harus tertunda hingga satu setengah jam. Hal ini membuat guru dan siswa menjadi ketar-ketir.

Sesuai jadwal di hari perdana tersebut, mestinya dimulai pukul 07.30 WIB. Tetapi akibat jaringan yang tidak terkoneksi, baru bisa dimulai pukul 08.45 WIB. Karena kejadian itu, siswa dalam mengerjakan soal diberi perpanjangan waktu.

“Gangguan ini dirasakan seluruh siswa yang ada di Indonesia,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Taryono, sebagaimana ditulis Tirto.

Pihaknya berharap, agar kejadian tersebut tidak terjadi di hari berikutnya.

“Semoga besok tidak perlu terjadi lagi. Ini kan terkendala sistem," kata dia.

FSGI Berikan Tiga Rekomendasi ke Kemendikbud

Federasi Guru Seluruh Indonesia (FSGI) sudah menerima laporan terjadinya gangguan tersebut. Mulai dari Aceh, Kota Binjai Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Rembang jawa Tengah serta beberapa sekolah di DKI.

Karenanya, Sekjen FSGI Heru Pramono memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendekbud) agar hal tersebut tidak terjadi kembali.

Rekomendasi tersebut adalah:

Pertama, pihak Kemendikbud harus memastikan informasi/edukasi tentang Manual UNBK dan troubleshooting CBT UNBK sampai kepada tim teknis sekolah.

“Selama ini Kemendikbud hanya mempercayakan kepada Tim Helpdesk UNBK yang jumlahnya masih sangat sedikit dan minim fasilitas," tutur Heru sebagaimana ditulis Tribun.

Kedua, Kemendikbud perlu mencetak dan membagikan Buku Manual UNBK maupun trobleshooting CBT ke sekolah-sekolah, bukan sekedar membagikan file yang sulit di buka. Dengan cara membagikan buku sekaligus akan menunjang budaya membaca kepada tim sekolah.

Ketiga, mempermudah atau memperbanyak sarana komunikasi atau informasi antara pusat dan sekolah.

“Sehingga, jika ada informasi atau kendala tidak hanya di berikan melalui web UNBK yang tidak setiap saat dibuka. Tetapi bisa melalui sarana WA maupun aplikasi lainya," jelasnya.

Muhadjir Beberkan Penyebabnya

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membeberkan sebab gangguan tersebut. Hal itu dikarenakan kelebihan kapasitas.

"Kapasitasnya sangat 'overload' karena tahun ini kan terjadi lonjakan peserta UN sangat drastis, jumlah SMP yang ikut dibanding tahun lalu. Sehingga, kapasitasnya tidak memadai yang di luar perkiraan kita," tandasnya.

Dijelaskan, kendala gangguan server yang dialami sejumlah SMP pada pelaksanaan UNBK hari pertama tersebut, hanya berlangsung selama tidak lebih dari 30 menit dan langsung ditangani. Sehingga, pelaksanaan UNBK dapat berjalan lancar.

"Sudah dilaksanakan, tidak sampai setengah jam dan sudah dilaksanakan," ujarnya.

Gangguan yang terjadi secara prinsip tidak mengganggu UN sendiri karena jadwal pelaksanaan UNBK 2018 sangat fleksibel.

"Sudah kita antisipasi bahwa ada saatnya di mana ujian tidak tepat pada waktunya karena ada gangguan teknis misalnya karena masalah server atau aliran listrik," ujarnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri, kata Muhadjir, telah mengantisipasi dengan baik kendala terkait aliran listrik. Hanya saja server dan jaringan internet yang masih bermasalah.

"Mudah-mudahan ke depannya kita akan tingkatkan menjadi lebih baik tapi secara prinsipil tidak mengganggu," kata Mendikbud.

Apa Tanggapan Anda ?