Nasional

Pesan Gubernur Akmil, Pengasuh Tak Hanya Mengajar

MAGELANG - Sebagai tenaga pengasuh di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah diharapkan tidaklah sekedar bertugas mengajar atau mengasuh. Namun lebih dari itu, juga dapat berperan sebagai narasumber, baik di bidang ilmu pengetahuan, mental spiritual maupun sumber inspirasi dan motivasi.

Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Eka Wiharsa mengingatkan, meskipun telah banyak yang patut disyukuri dan dibanggakan dari proses pendidikan di lembah Tidar ini, namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan bersama. Selain diperlukan beberapa pembenahan, juga harus yakin dengan tekad dan niat yang luhur untuk dapat mewujudkan hasil didik yang sesuai dengan harapan bersama.

"Manakala kita memiliki kesatuan pandang, sikap, langkah dan komitmen positif dalam melaksanakan pengasuhan taruna selaku generasi penerus perjuangan kita," kata gubernur saat pembukaan Pembekalan Pengasuh Resimen Taruna Gelombang I Tahun 2018, di Kelas D-3 Akmil, Rabu (12/9/2018).

Kegiatan Pembekalan Pengasuh Resimen Taruna Gelombang I Tahun 2018 tersebut diikuti 60 orang, untuk Pengasuh Resimen Akmil pengasuh Kowad 10 orang. Pelaksanaan pembekalan kali ini akan berlangsung mulai 12 sampai 17 September 2018, yang bertujuan untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengasuh dalam rangka mendukung efektivitas pencapaian tujuan pengasuhan dan tujuan pendidikan.

"Sebagai badan pelaksana pusat di tingkat Mabesad, yang berkedudukan langsung di bawah Kasad, Akademi Militer mempunyai tugas pokok untuk membentuk taruna/taruni Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai Prajurit Sapta Marga," jelasnya.

Pengetahuan dan keterampilan dasar Golongan Perwira, berkualifikasi Akademis Program Diploma IV pertahanan serta memilikii Jasmani yang Samapta. Maka, di pundak para pengasuh terletak beban tugas yang menantang. Yaitu, menyiapkan para taruna/taruni yang terdiri dari para pemuda Indonesia yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat dan dari seluruh penjuru tanah air, dengan berbagai latar belakang kehidupan yang berbeda, untuk diproyeksikan menjadi kader calon pemimpin TNI AD bahkan calon pemimpin bangsa.

"Tujuan pembekalan yang kita laksanakan kali ini untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengasuh dalam rangka mendukung efektivitas pencapaian tujuan pengasuhan dan tujuan pendidikan," urainya.

Menurut dia, pimpinan lembaga memahami bahwa segenap pengasuh pada dasarnya telah memiliki bekal pengetahuan, bekal keterampilan serta pengalaman di bidang pengasuhan. Namun ia perlu menekankan lagi beberapa hal.

Diantaranya, untuk dapat mewujudkan Akademi Militer sebagai Center of Excellence yang dapat mewujudkan hasil didik yang profesional dan dicintai rakyat. Harus diawali dari taruna itu sendiri, dibantu oleh tenaga luar, para pengasuh, pelatih, para dosen dan segenap civitas akademika.

"Dalam melaksanakan tugas tersebut, kita harus menyiapkan Lembah Tidar ini sebagai tempat penggodokan calon perwira yang dapat dipercaya. Oleh karena itu, tata yang baik, pelihara lingkungan sejuk, jadikan tempat yang indah serta penuh kenyamanan," jelasnya.

Gubernur berpesan kepada para tenaga pendidik dan pengasuh agar siap membantu para taruna. Para pengasuh dan seluruh pendukung hendaknya benar-benar mempersiapkan apa yang diharapkan untuk memperbaharui manajemen pendidikan, pengasuhan serta penyiapan para taruna.

Dengan penghayatan dan pemahaman terhadap tujuan pembekalan yang dilaksanakan ini, diharapkan para peserta dapat tampil dalam sikap dan tindakan yang mencerminkan insan Prajurit Sapta Marga yang berlandaskan Pancasila.

"Lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi. Sebagaimana yang tercantum dalam falsafah pendidikan Akmil Dwiwarna Purwa Cendekia Wusana," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?