Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengukuhkan Dewan Pendidikan Kota Magelang periode 2017-2022 di pendopo rumah dinas Walikota Magelang, Selasa (4/9/2018).

Daerah

Mantan Birokrat, Jadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Magelang


MAGELANG – Dewan Pendidikan Kota Magelang, Jawa Tengah memiliki struktur pengurus anyar. Para pengurus itu, diisi oleh orang – orang cukup kompeten di bidangnya. Diantaranya seperti mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kartono sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Magelang.

Posisi Sekretaris Dewan Pendidikan diisi Papa Riyadi, Dwi Rahayu Wilujeng (Bendahara), Pamudji dan Muhammad Dzaky Zamani (Bidang Pemberdayaan Komite Sekolah dan Aspirasi Masyarakat), Sukris Sutiyatno dan Ahmad Muhlisin (Bidang Kerjasama antar Lembaga), Muh Jafar dan Suhardi (Bidang Monitoring dan Analisis Kebijakan Pelaksanaan Pendidikan, Salamun dan Walangitan Zusana Maria (Bidang Pelaporan, Rekomendasi dan Publikasi).

“Dewan pendidikan adalah representasi masyarakat. Pendidikan tidak akan maju jika tak didukung oleh masyarakat,” kata Sekretaris Dewan Pendidikan Papa Riyadi.

Menurut dia, pendidikan ini tidak hanya tanggung jawab dari pemerintah saja. Namun juga tanggung jawab masyarakat.

“Kota Magelang sudah luar biasa dalam bidang pendidikan, dan ini perlu disupport lagi oleh masyarakat melalui dewan pendidikan,” kata dia.

Kartono, Ketua Dewan Pendidikan Kota Magelang untuk periode 2017-2022 mengaku akan memajukan bidang pendidikan di Kota Magelang. Agenda pertama setelah Dewan Pendidikan Kota Magelang dilantik adalah penyempurnaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Setelah itu dilanjutkan penyusunan program kerja,” jelas Kartono, usai dikukuhkan oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, di pendopo rumah dinas Walikota Magelang, Selasa (4/9/2018).

Dia menambahkan, substansi utama tugas dari Dewan Pendidikan mencakup berbagai hal. Mulai dari kurikulum, sarana prasarana pendidikan, guru dan tenaga kependidikan lain, kesiswaan, dan sebagainya.

“Selain itu, kita juga memfasilitasi stakeholder-stakeholder yang berkepentingan dan fokus dalam bidang pendidikan. Masyarakat salah satunya sebagai stakeholder, memiliki hak untuk menanyakan tentang pelayanan pendidikan dan lainnya,” imbuh Kartono.

Terkait dengan bidang pendidikan yang ada di Kota Magelang, Kartono menilai sudah cukup bagus. Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang telah memberikan perhatian kepada para guru bantu/honorer dengan memberikan mereka gaji minimal sama dengan Upah Minimum Kota (UMK).

“Kita apresiasi Pemkot Magelang yang sudah memberikan perhatian luar biasa. Namun demikian, kami juga meminta agar perhatian itu diikuti dengan dedikasi dan loyalitas terjadap tugas. Saya akan ngomong itu kepada para guru-guru honorer,” katanya.

Sementara itu, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, dewan pendidikan Kota Magelang periode 2017-2022 terdiri dari para tokoh profesional.

“Saya atas nama pemerintah terima kasih. Dewan Pendidikan bisa berdampingan dengan pemerintah daerah, dinas, untuk merumuskan kemajuan pendidikan anak-anak kita di Kota Magelang,” kata dia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?