Membanggakan, mahasiswa Undip borong perhargaan di Japan Design and International Expo Agustus 2018.

Internasional

Rentetan Penghargaan Mahasiswa Undip di Japan Design Internasional


SEMARANG – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah mampu meraih berbagai penghargaan di ajang Internasional, Japan Design and International Expo di Tokyo, Jepang. Peserta lain dari berbagai negara berhasil disingkirkan, sehingga perwakilan Undip memboyong beberapa prestasi sekaligus. Satu diantaranya yaitu karya tim mahasiswa Teknik Elektro Undip bersama mahasiswa jurusan program studi yang lain.

Tim mahasiswa Fakultas Teknik terdiri dari Bimo Bagaskoro (T. Elektro), Muhammad Alvin Ridho (T. Elektro), Ro’ad Baladi Al Komar (T. Elektro), Wirda Nabilla Safitri (T.Lingkungan) dan Monica Yulfarida (T.Kimia). Mereka berhasil memperoleh Gold Medal dalam kategori Machines and Equipment dengan Invention KOMBAT (Electrolyte Coagulation and Ozonitation for Batik Waste) Solution for Waste Treatment In Batik Factory.

Karya itu merupakan prototype pengolahan limbah cair batik menggunakan 3 prinsip utama, elektrokoagulasi, ozonasidanfiltrasi. Alat ini mampu menurunkan kadar COD; BOD, TSS, warna dan kadar logam.

“Proses seleksi dilakukan langsung oleh penyelenggara lomba yaitu WIIPA (World Invention Intellectual Property Association) dengan mengirimkan abstrak tertulis, terkait produk atau hal yang akan ditampilkan dalam expo. Apabila lolos melengkapi beberapa form mengenai diskripsi lanjut lebih mendetail, serta SWOT dari hal yang akan di expo kan,” kata salah satu tim Ro’ad Baladi.

Mahasiswa Teknik Elektro ini menjelaskan, setelah tahapan itu sudah lengkap, peserta diberikan undangan mengikuti pameran untuk mempresentasikan lebih lanjut. Selama proses perjuangan mengikuti kompetisi, dekan dan dosen pembimbing memberikan tanggapan yang baik dan mendukung untuk mengarahkan tim.

Meski mampu mengalahkan peserta dari negara lain, perwakilan Indonesia bukan berarti tanpa kendala. Ro’ad Baladi mengungkapkan bahwa, kesulitan dan tantangan dimulai sejak awal melakukan riset dan meneliti.

“Apakah ide dapat berkerja sesuai teori, mencocokkan metode yang tepat untuk alat agar dapat berfungsi baik. Selain itu, untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional tentu tantangan lebih banyak baik akomodasi, persiapan alat, kematangan materi, mental yang kuat dan yang paling utama adalah finansial,” jelasnya.

Salah satu alat kreasi mahasiswa Undip yang mampu menggondol penghargaan.

Dengan upaya dan jerih payah yang dilakukan, tim akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan. Peserta dari beberapa negara seperti Malaysia, Taiwan, dan Polandia dipaksa harus mengakui keunggulan prestasi dari mahasiswa Indonesia.

Tidak hanya tim dari Fakuktas Teknik, Undip juga berhasil meraih prestasi melalui tim – tim dari jurusan yang lain. Secara keseluruhan, delegasi Universitas Diponegoro mengirimkan 6 tim yang terdiri dari berbagai karya mahasiswa. Saat kompetisi usai, para mahasiswa berhasil memperoleh 3 emas dan 2 perak dalam kategori bidang masing-masing. Serta berhasil memperoleh Best International Inovention.

Rentetan prestasi yang diperoleh mahasiswa Undip diantaranya, tim terdiri dari Wisnu Indrawan (fisika), Fajrul Falah (fisika), Nurwarrohman Andre Sasongko (kimia), Kawidian Putri BayuAlam (FKM) dan Wening Septiyani (FKM) berhasil merebut Best International Invention serta Gold Medal dalam kategori Artificial Network dengan Invention MAS JAWA T-NETRA (Money Android Scanner for Blindess People). Inovasi mahasiswa tersebut merupakan aplikasi scanner nilai mata uang berbasis android dengan metode artificial neural network.

Pembuatan aplikasi ini memanfaatkan metode artificial neural network dengan 3 tahapan utama. Pertama input berupa image capturing, kedua proses berupa character recognition dan yang terakhir adalah output berupa text to media player.

Diharapkan, MAS JAWA T-Netra bisa membantu para penyandang disabilitas tuna netra kehidupan sehari-hari untuk membaca mata uang serta membaca buku. Aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 1.000 orang dan dapat diunduh secara gratis di Playstore.

Tim yang lain terdiri dari Ari Purnomo (Teknik Kimia), Ilham Nur Hakim Rambe (Teknik Kimia), Chusnul Khotimah (Teknik Kimia), Ajeng Kurniawati (Agribisnis), Falasifah (Biologi), Almalina Nabila Sulistyo Rini (Biologi) dan Rizka Zakiyatul Miskiyah (Fisika) berhasil memperoleh Gold Medal dalam kategori Enviromental & Renewable Energy dengan invention ADSOBEN. Yaitu memanfaatkan adsorben zeolite hidrofobik sebagai adsorben untuk pemurnian etanol.

Etanol yang telah dimurnikan hingga kadar 99,5% dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar, seperti bensin atau direaksikan lebih lanjut menjadi biodiesel sebagai pengganti solar. Dengan penelitian ini dapat menurunkan biaya produksi hingga 2 kali lipat lebih murah.

Tim dari Undip Semarang, Jawa Tengah berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi.

Tim lain yang terdiri dari Fikrian Kasalji (kimia), Burhanuddin Yusuf Robbani ( kimia). Hikmah Putri P (biologi), Arifa Rizqi Nafisa (biologi), Luthfiana Mifta Syafitri (biologi) dan Puji Nur Hana (biologi) berhasil memperoleh Silver Medal dalam kategori Biotechnology and Health dengan invention KAEM MASK Nanotechnology (mask of Kaempferia rotunda extract and Chrysantemum extract using nanotechnology). Yaitu berupa masker wajah yang terbuat dari bahan – bahan alami. Kaem mask mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kulit serta memiliki ukuran nano sehingga efektif diserap oleh kulit.

Ada juga tim yang terdiri dari Diana Pratiwi Rusendi (Kimia), Rifki Solihatun (Kimia), Rianita Pambukowati (Kimia), Halim Indrayanto (T.Elektro), Taufik Rahmadani (T. Elektro) berhasil memperoleh Silver Medal dalam kategori Enviromental & Renewable Energy dengan invention, E-RUPCHI ( Effecient Reactor of Ag- TiO2 Photocatalyst and PVA Chitosan Membrane for Wastewater Treatment) berupa prototype dalam pengolahan air limbah yang disebabkan oleh tumpahan minyak. Air laut yang telah terkontaminasi oleh tumpahan minyak disimpan di dalam suatu tank penyimpanan, lalu dialirkan kedalam sebuah reactor dengan laju alir yang konstan.

Hasil dari pengolahan E-RUPCHI dapat mendegradasi air yang terkontaminasi tumpahan minyak. Sementara tim terakhir, terdiri dari Dr.Ir. Fronthea Swastawati., M.Sc (Perikanan), drg Gunawan Wibisono (FK Undip), Fazlur Rahman Aziz (Magister Manajemen), Fachri Ibnutomo (Gizi), Lupi Anindya Puspita devi (Perikanan) berhasil memperoleh Silver Medal. Dengan invention antiseptic ORGANIK! U Care merupakan produk dari Nusa Medica Diponegoro berupa antiseptic.

Berbeda dengan antiseptic yang kebanyakan ada di masyarakat, U Care merupakan antiseptic organik yang juga bebas alkohol dan tanpa penambahan bahan kimia lain. Dalam event ini mahasiswa Universitas Diponegoro memperoleh hasil yang sangat memuaskan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?