Johanes Widodo, dosen NUS.Foto:Net

Daerah

Ikuti Kemajuan Zaman, Kurikulum PT Dituntut Dinamis


Siedoo, Konsep berdirinya kampus, erat berkenaan pelayanan di bidang pendidikan tinggi. Kemudian keharusan melahirkan inovasi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Untuk itu, kurikulum perguruan tinggi (PT) harus dibuat dinamis dan fleksibel.

Demikian dikatakan pakar dari National University Singapore (NUS), Dr Johannes Widodo, di Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) Semarang. Pria dengan keahlian arsitektur itu, hadir dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Ke-55 Untag.

Pengelolaan pendidikan tinggi butuh menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman dan teknologi. Sebab, tanpa kemampuan beradaptasi yang baik, kampus tak akan bisa memberikan pelayanan atau menemukan inovasi terbarukan. Perguruan tinggi semacam ini, juga secara perlahan pasti akan sepi peminat.

Dia sekaligus berbagi pengalaman sehubungan pengelolaan pendidikan tinggi di Kampus Merah Putih. Forum itu mengundang Rektor Untag Dr Suparno, Ketua Lemlit Dr Susetyo Darmanto, hingga Ketua Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus Prof Dr Sarsintorini Putra.

Menurut Widodo, masyarakat di seluruh belahan dunia sedang merasakan euforia serupa. Kondisi ini akibat lompatan teknologi berbasis digital yang begitu terasa.

Layanan digital pada akhirnya mempengaruhi segalanya termasuk kemudahan sistem pembelajaran modern. Kurikulum yang dinamis dan fleksibel pasti akan mampu menjawab permasalahan ini.

Disebutkannya, lompatan teknologi juga wajib ditangkap untuk membantu kebutuhan manusia. Termasuk memudahkan kampus menerapkan sistem perkuliahan canggih. Sebab, pada era milenial, sistem pembelajaran pendidikan tinggi telah berganti.

Paradigma pembelajaran menuntut perubahan dari metoda pasif ke yang lebih aktif. Semula, cukup memakai sistem perkuliahan model tatap muka, kini bergeser memakai metode di luar kelas termasuk online.

Rektor Untag, Suparno, mengakui perguruan tinggi di Indonesia termasuk Untag, tak akan ragu menjawab permasalahan itu. Perubahan zaman wajib dihadapi termasuk menjadikannya peluang untuk mencapai tujuan yang lebih baik.

”Misalnya juga dengan penguatan kurikulum pendidikan tinggi yang kini sifatnya lebih dinamis dan fleksibel. Atau juga terobosan lain yang muaranya mendorong kampus lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,” ucapnya.

Siedoo/(NSK)

Apa Tanggapan Anda ?