Chopral, solusi mengatasi bahayanya polusi udara.

Inovasi

Berawal dari Pengalaman, Mahasiswa Ini Temukan Solusi Polusi Udara


Siedoo, Gagasan sebuah program bisa muncul dari mana saja, salah satunya dari pengalaman pribadi. Mahasiswa Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah menemukan terobosan untuk mengatasi polusi udara di kawasan industri.

Inovasi ini muncul saat mahasiswa melintasi kawasan industri dan merasakan polusi udara yang cukup mengganggu. Saat perjalanan pulang dari Kebumen ke Magelang, Luthfi Sahal mahasiswa Fakultas Teknik Untidar melewati daerah Tempuran, Kabupaten Magelang. Pada lokasi ini, banyak terdapat pabrik yang menghasilkan polusi udara.

“Saya yang hanya terjebak macet beberapa saat saja merasa kurang nyaman. Apalagi bagi warga sekitar yang setiap hari menghirup udara kotor yang tercampur polusi,” kata Luthfi Sahal, mahasiswa Prodi Teknik Sipil.

Berdasarkan pengalaman ini, Lutfi bersama kedua temannya yaitu Tegar Adi Prabowo (Teknik Mesin) dan Ahmad Choirul (Teknik Mesin) mencoba membuat sebuah inovasi penyaring udara. Tujuannya untuk mengurasi polusi udara terutama di wilayah industri atau pabrik.

“Kami menyebutnya Chopral yaitu prototype penyaring asap hitam sisa pembakaran dari cerobong pabrik,” jelas Lutfi.

Inovasi ini dituangkan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) CHOPRAL : Innovation Industrial Smoke Filter Berbasis Filtrasi dan Injeksi Sebagai Solusi Menetralisir Asap Hitam Sisa Pembakaran Dari Cerobong Pabrik Dengan Metode Memperpanjang Lintasan. Tiga mahasiswa Fakultas Teknik itu membuat sebuah prototype alat penyaring/filter udara dengan metode memperpanjang lintasan.

Lutfi Sahal bersama kedua temannya yaitu Tegar Adi Prabowo (Teknik Mesin) dan Ahmad Choirul (Teknik Mesin) mencoba membuat sebuah inovasi penyaring udara.

Kedepannya besar harapan Lutfi dan teman satu timnya untuk mengembangkan prototype ini dan diaplikasikan secara nyata pada pabrik-pabrik. Sehingga, dapat menangani masalah polusi udara di sekitar wilayah Tempuran, khusunya dan lokasi industry lain pada umumnya.

“Kami mempunyai harapan besar, prototype ini nantinya dapat direalisasikan menjadi alat sungguhan yang bisa diaplikasikan ke prabik-pabrik industri di Magelang. Khususnya dan di Indonesia umumnya serta mendapatkan paten,” urai Lutfi.

Cara kerja dari prototype ini terbilang cukup sederhana. Yakni, dengan menyaring asap hitam sisa pembakaran pabrik dengan membuat lintasan berkelok yang bertujuan memperpanjang lintasan asap.

Asap yang keluar dari cerobong pabrik akan diarahkan dengan bloer. Sehingga, menuju ke pipa dan melewati 3 filter udara. Terdapat 3 kelok/perpanjangan pipa, dimana sebelum memasuki pipa pertama asam akan melalui filter air (injeksi zat cair) dan akan dilakukan kembali setelah melewati pipa atau filter ke 3.

“Asap melalui 3 filter pada 3 perpanjangan pipa. Injeksi zat cair dilakukan 2 kali, yang pertama sebelum asap memasuki filter 1 dan setelah melalui filter 3 untuk memastikan udara yang tersaring sudah bersih atau aman bagi pernafasan,” jelas Tegar Adi Prabowo.

Untuk diketahui, PKM Chopral merupakan salah satu PKM dari 21 PKM mahasiswa UNTIDAR yang lolos didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2018 ini.

Apa Tanggapan Anda ?