Ilustrasi

Daerah

Petingnya Antarkan Anak ke Sekolah


JAKARTA – Siswa baru dari jenjang TK hingga SMA sederajat, Senin 16 Juli hari ini mulai masuk sekolah. Di hari pertama kali masuk, mereka akan menjalani masa orientasi sekolah. Hal ini tidak lepas dari sorotan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Komisi yang berkedudukan di Jakarta ini menghimbau pihak sekolah agar menjamin pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru berlangsung dengan aman, ramah dan nyaman bagi siswa baru. Yang menjadi penekanan penting, KPAI meminta pihak sekolah memastikan tidak ada kegiatan perploncoan dan bullying di masa orientasi tersebut.

“Untuk itu, maka perploncoan dan bullying harus dicegah semaksimal mungkin. Suasana harus diciptakan penuh kekeluargaan, kondusif dan zero kekerasan,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti sebagaimana ditulis detik.com.

Wanita berjilbab inj mengimbau agar para orang tua mengantar anak-anaknya ke sekolah di hari pertama ini. Keterlibatan orang tua di hari pertama sekolah anak sangat penting sebagai wujud dukungan orang tua untuk menyemangati anak-anaknya.

“KPAI juga mendorong sekolah menyiapkan diri menyambut para orangtua dan anaknya masuk sekolah kembali. Tidak sekedar menurunkan anaknya di sekolah dari kendaraan. Tetapi juga mengantar masuk ke kelas sang anak,” tegasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, orang tua yang memiliki anak bersekolah di jenjang TK, SD, dan SMP di hari pertama masuk sekolah, diimbau untuk mengantarkannya ke sekolah.

“Alangkah baiknya kalau diantar oleh orang tua. Karena akan berkesan bagi anak, sehingga selain menjadikan anak senang sekolah, sekaligus juga menumbuhkan motivasi untuk anak-anak,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, M. Hidayat, sebagaimana ditulis malang-post.com.

Dikatakannya, kenapa ia meminta orang tua harus mengantarkan anaknya sampai masuk, alasannya supaya bisa berkomunikasi atau berinteraksi dengan guru. Juga memperkenalkan lingkungan sekolah kepada anaknya.

“Makanya kenapa saya menganjurkan supaya orang tua tidak melepas anaknya di hari pertama masuk sekolah. Tetapi orang tua tidak boleh ikut masuk dalam kelas. Kalau masuk, kapan anak bisa diajari oleh gurunya,” ucapnya.

Di sisi lain, khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang yang mengantarkan putra-putrinya sekolah,  Plt. Wali Kota Malang Sutiaji memberikan dispensasi. Para ASN tidak akan disanksi jika terlambat datang ke kantor.

Pihaknya tidak membatasi waktu keterlambatan para ASN. Hanya saja, dia menekankan keterlambatan itu tak boleh mengganggu kinerja pegawai. Terlebih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Boleh terlambat untuk mengantar anak sekolah, tapi pekerjaan tidak boleh terganggu,’’ katanya.

Dia pun berharap, dispensasi yang diberikan tak dimanfaatkan pegawai dengan hal lain. Jika itu terjadi, dan ditemukkan, maka sanksi berat pun akan diberikan.

”Makanya begitu sang anak sampai dengan sekolah, orang tua bisa langsung cepat-cepat kembali di kantor. Gak perlu nongkrong-nongkrong,’’ tegasnya.

Apa Tanggapan Anda ?