Gedung SMA Maulana Yusuf di Jalan Trip Jamaksari No.44 Cinanggung, Kaligandu, Kecamatan/Kota Serang, Provinsi Banten. Sekolah ini perlu perhatian pihak-pihak terkait pendidikan utamanya di Provinsi Banten. (foto: M2Indonesia.com)

Daerah

Melongok Sekolah Anak-Anak Buruh


SERANG – Perlu diapresiasi, diperhatikan, serta dibantu oleh Pemerintah Provinsi Banten. Sebuah sekolah yang seluruh siswanya dari keluarga buruh dan pekerja harian lepas. Seperti keluarga tukang becak, tukang ojek, buruh cuci, pembantu rumah tangga, buruh bangunan, dan sebagainya.

Bahkan sekolah tersebut tidak memungut biaya apa pun dari seluruh siswanya, alias gratis. Namun dengan berbagai keterbatasan kondisi tidak menyurutkan mereka untuk tetap belajar.

Sekolah itu adalah SMA Maulana Yusuf, beralamat di Jalan Trip Jamaksari No.44 Cinanggung, Kaligandu, Kecamatan/Kota Serang, Provinsi Banten. Meski dengan tenaga pengajar dan keterbatasan kondisi, SMA Maulana Yusuf ini fokus meningkatkan pendidikan para siswanya semaksimal mungkin.

Kepala SMA Maulana Yusuf, Rahyat Supriadi, menjelaskan SMA Maulana Yusuf berdiri sejak 2006. Jumlah siswanya saat ini 153 anak.

“Sekolah kami tidak berbeda jauh dengan sekolah-sekolah lain. Siswa kami memang dari kalangan tidak mampu, umumnya orang tua mereka tukang becak, tukang ojek, pembantu rumah tangga, buruh harian lepas perekonomiannya menengah kebawah,” katanya.

Rahyat menjelaskan, selama proses pembelajaran tentu dibantu oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). Namun demikian masih perlu uluran tangan dari berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan, terutama dari pihak Pemerintah Provinsi Banten.

“Kami ingin para siswa yang bersekolah di sini, setelah lulus nantinya mereka bisa bekerja dan bisa membantu keluarga mereka,” ujarnya.

Menurut Rahyat, kondisi yang serba kekurangan itu hingga kini belum bisa mendapatkan bantuan, karena belum mendapatkan akses ke pihak-pihak yang dapat membantu. Namun demikian proses belajar mengajar tetap berjalan.

“Kami berharap ada solusi dari pihak terkait agar mendapat bantuan. Sehingga, bisa mempertahankan guru dan siswa melanjutkan proses belajar mengajar,” harapnya, dilansir kabar-banten.com.

Warga sekolah meningkatkan pembelajaran agar mampu bersaing dan dapat mengikuti perubahan zaman,  memiliki banyak siswa, serta meningkatkan mutu pendidikan.

“Tahun ini kami akan melaksanakan UNBK di sekolah sendiri. Kalau kemarin kami masih menumpang pada sekolah lain,” ungkap Rahyat.

Salah satu siswa SMA Maulana Yusuf, Irfan mengatakan, sebelum menjadi SMA Maulana Yusuf , awalnya dia ikut program Kejar Paket C, dan ketika ingin medaftar ke sekolah lain sudah penuh. Karena SMA Maulana Yusuf masih menerima siswa, maka dia pun mendaftarkan diri, daripada masuk ke sekolah lain dan mengulang kembali.

Dia mengungkapkan sekolahnya benar-benar gratis, tidak ada biaya apa pun. “Saya merasa senang bisa bersekolah di sini, walaupun ada suka dan dukanya,” ungkap Irfan. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?