Teknologi

Uji KIR Kendaraan Secara Online, Kenapa Tidak

MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah berinovasi di bidang perkembangan teknologi. Pelayanan masyarakat dipadukan dengan penggunaan aplikasi di layar HP para warganya. Inovasi itu yaitu berupa Aplikasi "Siap Uji KIR Online" di Dinas Perhubungan Kota Magelang.

Aplikasi itu merupakan upaya Pemerintah Kota Magelang untuk mewujudkan pelayanan uji KIR menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan. Pemerintah Kota Magelang melaunching sejak Januari 2017 lalu. Kini, berkat inovasi tersebut Kota Magelang masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2018.

Aplikasi Siap Uji KIR Online milik Dinas Perhubungan merupakan satu dari delapan proposal inovasi yang diajukan ke panitia KIPP Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). KIPP ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Kemenpan RB.

"Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam bidang pelayanan apa saja. Nah, tahun ini Pemkot Magelang mengajukan delapan proposal untuk ikut dalam kompetisi tersebut, termasuk aplikasi Siap Uji KIR Online Dishub," kata Kasubbag Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Bagian Organisasi Setda Kota Magelang Tatok Sulistyono.

Delapan proposal dari Kota Magelang tersebut bersaing dengan 2.824 proposal dari seluruh daerah di Indonesia. Setelah melalui seleksi, hanya satu proposal dari Kota Magelang yang lolos seleksi, hingga mengerucut ke jumlah 1.463.

"Jumlah itu diseleksi lagi hingga ke tahap TOP 99. Kota Magelang termasuk yang lolos dalam TOP 99," ungkapnya.

Nantinya, panitia masih akan melakukan seleksi untuk menentukan TOP 40. Namun demikian, untuk menuju tahap tersebut, akan dilakukan sejumlah tes. Diantaranya wawancara kepala daerah terkait dengan inovasi yang diajukan.

"Untuk Kota Magelang sesi wawancara dijadwalkan pada 12 Juli 2018 mendatang di Jakarta. Rencananya bu Wakil Walikota yang akan memaparkan," jelasnya.

Selain sesi wawancara, tim penilai KIPP juga akan melakukan peninjauan ke daerah secara diam-diam. Tujuannya untuk meninjau inovasi secara langsung.

"Bisa jadi tim penilai akan menyamar sebagai pemilik kendaraan dan melakukan uji KIR untuk mengetahui secara langsung bagaimana aplikasi ini berjalan," katanya.

Tatok mengatakan, kompetisi ini akan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang. Pengumuman juara direncanakan dilaksanakan pada Agustus 2018.

"Akan diambil juara I yang kemudian diikutkan dalam kompetisi yang sama tingkat Internasional. Harapan kita, Kota Magelang bisa sampai lolos seleksi TOP 40," katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina mengatakan, aplikasi yang sudah dilaunching sejak Januari 2017 lalu itu upaya Pemerintah Kota Magelang untuk mewujudkan pelayanan uji KIR menjadi lebih cepat. Menurut dia, ada pelayanan yang prima disini.

"Bahwa penyelesaian mulai dari daftar masuk sampai uji KIR tidak lebih dari setengah jam. Ini menjadi kelebihan kita," urainya.

Aplikasi ini bisa diakses oleh masyarakat melalui smartphone. Pemilik kendaraan yang akan melakukan uji KIR bisa mengakses aplikasi ini. Seperti di rumah sekalipun, asalkan ada jaringan internet.

"Masyarakat sudah banyak yang tahu, karena aplikasi ini sudah ada sejak Januari 2017 lalu," ungkapnya.

Sejauh ini, Pemkot Magelang telah memberikan dukungan demi keberlangsungan aplikasi ini. Diantaranya dengan penyediaan jaringan internet di setiap fasilitas umum (public space) yang ada di Kota Magelang.

"Selain masyarakat Kota Magelang, banyak juga pemilik kendaraan dari luar kota yang ikut numpang uji disini. Mereka memilih menguji KIR di Kota Magelang karena lebih cepat dan transparan, tidak ada pungli," terang Windarti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Suryantoro menambahkan, sejauh ini tiap bulan ada sekitar 100-200 kendaraan dari luar daerah yang menumpang uji KIR di Dishub Kota Magelang. Ia menilai, hal itu menunjukkan bahwa pelayanan ada sudah bagus, dipercaya, dan lebih baik dari daerah lain.

Adapun tarif uji KIR di Kota Magelang juga terbilang cukup murah. Petugas yang melayani jujur dan terbuka.

"Pemilik kendaraan dari luar daerah tertarik kesini karena tarifnya paling murah, pengurusan cepat, tidak bertele-tele, dan petugasnya tidak mencari-cari kesalahan. Kita menyampaikan apa adanya tentang kondisi kendaraan mereka," kata Suryantoro.

Apa Tanggapan Anda ?