Daerah

Mahasiswa UM dan warga Maksimalkan Tanaman Serai

MALANG - Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur melakukan sosialisasi kepada warga mengenai manfaat tanaman serai. Sosialisasi digelar di Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UM. Tidak hanya sosialisasi, mereka juga menyampaikan tentang potensi ekonomi, cara sederhana mengolah minuman dari serai, serta menunjukkan produk olahan serai.

Kegiatan ini sebagai langkah awal dalam mengedukasi warga Codo, supaya mengenal lebih dalam tentang serai. Karena selama ini, serai hanya dimanfaatkan sebagai pembangkit cita rasa dalam masakan.

Selain sosialisasi, warga juga bersama - sama melaksanakan kerja bakti di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan, dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Penanaman bibit dilakukan para Kader Serai yang disiapkan sebelumnya oleh mahasiswa KKN UM.

Adapun kegiatan yang sama, sudah dilaksanakan di Jalan Imam Bonjol. Antusiasme, terlihat dari banyaknya warga yang mengikuti kegiatan kerja bakti dan penanaman serai dengan membawa peralatan kebun dari rumah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap serai yang ada di Codo semakin berkembang," kata Turiman, salah satu warga setempat.

Sebagai informasi, tanaman serai mampu mencegah kanker, mengontrol kadar kolesterol, mengurangi bau badan, menjaga kesehatan kulit, pengusir nyamuk dan sebagai pengendali hama. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program desa.

Sementara itu, dahulu wilayah Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang menjadi langganan darurat DBD. Hal ini membuat wilayah tersebut sering di-fogging untuk mengurangi dampaknya. Tentunya, efek kimia yang dihasilkan tidak baik untuk kesuburan tanah. Apalagi mayoritas penduduk di Desa Codo bekerja sebagai petani.

Dengan demikian, tercetuslah ide untuk menanam serai wangi di sepanjang tepi jalan. Banyaknya serai yang ditanam di depan rumah-rumah warga, dikelola oleh kader serai untuk dapat dimanfaatkan.

“Banyak inovasi yang dibuat, yaitu seperti minyak serai, kembang gula serai, permen serai dan minuman serai,” imbuh salah satu anggota Kader Serai Ny Win.

Inovasi dari pengolahan serai juga sudah mendapatkan penghargaan se-Malang raya. Hal tersebut menjadikan Desa Codo sebagai daerah pengolah serai. Namun, tidak banyak warga Codo mengetahui potensi desanya. Beberapa serai terlihat tidak terawat dengan baik.

Diakhir acara, para mahasiswa KKN UM juga memasang papan-papan slogan tentang serai. Seperti “Satu Serai Sejuta Manfaat”, “Hijaukan Aku dengan Serai” dan masih banyak lagi. Karena antusiasme warga yang cukup besar, mahasiswa KKN UM berinisiatif untuk mengkampanyekan serai wangi dalam merintis Desa Wisata Edukasi Serai.

Apa Tanggapan Anda ?