Opini

Hari Lingkungan Hidup, Polusi Udara Jadi Sorotan Dunia

Siedoo, Demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet bumi, maka setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai World Environment Day atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1972. Ini untuk menandai pembukaan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung antara 5-16 Juni 1972 di Stockholm, Swedia.

UNEP (The UN Environment Programme) merupakan bagian dari PBB yang menangani mengenai lingkungan, selalu menyelenggarakan acara untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan hari lingkungan setiap tahunnya diperingati pada 5 juni dan negara-negara yang tergabung ditunjuk sebagai tuan rumah.

Polusi Udara

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2019 diselenggarakan oleh China, dengan tema ‘Polusi Udara’ (Air Pollution). Tema ini menyadarkan bahwa kita tidak bisa berhenti bernapas, tetapi kita bisa melakukan sesuatu pada kualitas udara yang kita hirup.

Dikutip dari greeningtheblue.org, sekitar 7 juta orang di seluruh dunia meninggal secara prematur setiap tahun dari polusi udara, dengan sekitar 4 juta dari kematian ini terjadi di Asia-Pasifik.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2019 akan mendesak pemerintah, industri, masyarakat, dan individu untuk bersama-sama mengeksplorasi energi terbarukan dan teknologi hijau. Serta meningkatkan kualitas udara di kota-kota dan wilayah di seluruh dunia.

Diangkatnya tema polusi udara untuk World Environment Day (WED) 2019 karena beberapa fakta yang mendesak untuk mendapat perhatian dunia. Beberapa faktor penyebab polusi udara segera diminimalisir demi keselamatan lingkungan hidup.

Dikutip dari unenvironment.org, ada beberapa fakta yang mengejutkan tentang polusi udara, di antaranya:

  • 92 persen orang di seluruh dunia tidak menghirup udara bersih
  • Polusi udara merugikan ekonomi global 5 triliun Dolar Amerika setiap tahun dalam biaya kesejahteraan
  • Polusi ozon tingkat dasar diperkirakan akan mengurangi hasil panen pokok sebesar 26 persen pada tahun 2030

Tindakan Nyata

Untuk mengurangi beban polusi udara tentu memerlukan kerjasama semua pihak di seluruh negara.  Kita sebagai masyarakat tentu bisa melakukan hal-hal kecil sebagai tindakan nyata untuk berpartisipasi dalam mengurangi beban pencemaran udara.

Tindakan partisipatif mencegah pencemaran udara bisa dilakukan dengan tindakan, antara lain:

  1. Cegah kebakaran hutan dan lahan
  2. Jangan membakar sampah, mencari alternatif lain untuk mengatasi sampah. misal: kompos, daur ulang, dan lain-lain
  3. Patuhi emisi gas buang untuk kendaraan pribadi
  4. Gunakan kendaraan umum
  5. Gunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, termasuk mengganti kayu dengan kompor gas
  6. Jangan merokok
  7. Tindakan lain yang intensif

Mari kita sukseskan Hari Lingkungan Hidup 2019 dengan tindakan-tindakan kecil, namun nyata dilakukan. Mengurangi beban pencemaran udara untuk kualitas udara yang lebih bersih.

 

 

 

*Yayan Rusyanto

Pemerhati pendidikan dan kesehatan anak. Tinggal di Cilacap, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?