Daerah

Suntikan Semangat Indonesia Berbudaya K3

SEMARANG - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah berhasil menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan kampus. Implementasi SMK3 di institusi pendidikan tinggi yang diterapkan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Capaian tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas pendidikan di FKM Undip dengan baik. Dengan tersedianya sarana dan prasarana yang aman dari potensi bahaya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal.

“FKM Undip sebagai inisiator penerapan campus safety di Indonesia yang terstandar dengan Sistem Manajemen K3, tentu akan menjadikan susasana belajar mengajar menjadi semakin baik," kata Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip Hanifa Maher Denny, SKM, MPH., Ph.D.

Selain belajar K3 di kelas, mahasiswa juga dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana praktik K3 itu diterapkan di kelas. Diharapkan ini menjadi bekal yang baik bagi para mahasiswa.

"FKM UNDIP sebagai salah satu penyumbang besar tenaga kerja di bidang K3, tidak hanya mengajarkan K3 di kelas saja. Namun, juga melakukan K3 itu sendiri pada level praktis,” jelas dekan yang juga aktif di Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat ini.

Pelaksanaan SMK3 di institusi pendidikan, menjadi bekal bagi mahasiswa untuk diterapakan dalam dunia industri. Seperti industri formal maupun Informal. Keberadaan Sistem Manajemen K3 di institusi pendidikan, diharapakan dapat memberi suntikan semangat Indonesia berbudaya K3.

Sebelumnya, FKM Undip lebih dulu mendapatkan sertifikat akreditasi AUN dan ISO 9001. Keberhasilan menerapakan sistem manajemen K3 dari hasil audit yang dilakukan Badan Audit SMK3, PT. Multi Sertifikasi Indonesia pada 30-31 Mei 2018, menambah deretan prestasi yang dimiliki Undip. Pelaksanaan Sistem Manajemen K3 ini, awalnya digagas Ikatan Keluarga Alumni (IKA) K3 FKM Undip, sebagai bentuk masukan kepada kampus.

Tujuannya untuk menginisiasi keberadaan institusi pendidikan, yang menginternalisasi aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses belajar mengajar. Sumbangan pemikiran dan keilmuan para alumni K3 FKM yang berkolaborasi dengan OSH Forum FKM Undip, telah berhasil menghasilkan standar sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja, terintegrasi dengan sistem manajemen pendidikan tinggi.

Turut hadir pada pelaksanaan audit SMK3 Evi Yulia Arini SH, Mkes dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, dan beberapa alumni K3 FKM Undip dari lintas generasi. Temuan dan saran-saran dari hasil audit akan terus ditinjau ulang dan monitoring secara berkala. Itu sebagai bentuk perbaikan berkelanjutan yang akan terus dilakukan oleh kolaborasi alumni dan FKM Undip. Upaya tersebut merupakan komitmen untuk terus mengembangkan Undip sebagai barometer pendidikan K3 di level nasional maupun Internasional.

Ketua IKA K3 FKM Undip M. Fadri Al Baihaqi, SKM, M.Hkes melihat pentingnya penerapan K3 di kampus. Ia menyatakan bahwa memang sudah selayaknya penerapan SMK3 ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dimanapun keberadaanya. Termasuk juga di lingkungan kampus.

Oleh karena itu, semangat para alumni K3 FKM Undip membangun dan mengembangakan SMK3 di kampus menjadi sesuatu yang sudah seharusnya diberikan para alumni. Undip merupakan salah satu perguruan tinggi dengan sistem pendidikan yang baik dan menjadi universitas unggulan di Indonesia.

"Dengan adanya Sistem Manajemen K3 di FKM Undip, semoga dapat semakin meningkatkan mutu pendidikan di almamater kami tercinta,” kata alumni Undip angkatan 2006, yang kini menjabat sebagai HSE Section Head di PT. Japfa Comfeed Indonesia.

Sumber : Humas IKA K3 FKM Undip Fajrul Falakh, S.K.M, M.Ling.

Apa Tanggapan Anda ?