Inovasi

CCTV Anti Penyusup , Inovasi dari Mahasiswa ITB

BANDUNG – Mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat menemukan sebuah inovasi di bidang teknologi. Inovasi ini merupakan rangkaian sistem penghitungan pengunjung dan pengenalan wajah yang diintegrasikan dengan kamera CCTV (Closed Circuit Television). Keamanan di transportasi umum seperti kereta api atau bus, kadang ada penumpang yang suka menyelundup tanpa membeli tiket atau membayar.

"Pengunaan sistem ini bisa membantu pengembang untuk mencari cara menanggulangi masalah yang merugikan bagi mereka,” kata Reza Montazery Permanda, salah satu mahasiswa.

Reza, mahasiswa tingkat akhir Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini tidak sendirian. Ia menciptakan alat tersebut bersama rekan yang lainnya. Maraknya kasus pencurian dan penyelundupan serta kurang efektifnya manfaat CCTV, melatarbelakangi Reza dan Fransiskus Yoga Esa Wibowo, Rafi Dasa Nanda Putra untuk mengembangkan sistem ini.

Sistem pengenalan wajah sendiri merupakan salah satu fitur yang akhir-akhir ini kerap dikembangkan oleh developer terkemuka. Seperti Android dan Apple. Pusat-pusat perbelanjaan juga dapat menggunakan sistem ini untuk mempermudah penghitungan data jumlah pengunjung setiap harinya.

“Kadang di museum atau pertokoan memiliki CCTV, namun tetap saja dengan sistem yang sudah ada hampir tidak memungkinkan untuk bisa menghitung secara manual jumlah pengunjung yang datang pada hari tersebut," jelasnya.

Padahal hal itu penting untuk pengolahan data lebih lanjut dalam pusat perbelanjaan tertentu. Sistem yang mereka kembangkan lebih efisien dan lebih hemat. Itu karena sistem akan menggunakan server dari komputer security. Jadi tidak diperlukan pembuatan server baru yang akan memakan lebih banyak biaya lagi.

“Tiongkok sebelumnya sudah mengembangkan visitor counter juga. Namun hanya ada fitur menghitung jumlah pengunjung dan mengambil gambar saja. Belum mengembangkan fitur facial recognition," ungkapnya.

Selain itu, alat yang dikembangkan Tiongkok juga membutuhkan server sendiri. Tentunya lebih mahal dari karya mahasiswa ini, yang menggunakan server yang terintegrasi dengan komputer security. Selain itu, fitur facial recognition juga dikembangkan untuk mengetahui keluar masuk orang dalam sebuah ruangan.

Apakah orang yang tadinya masuk ke dalam ruangan sudah keluar atau belum. Seandainya ada tindakan pencurian yang terekam CCTV, pemilik juga jadi memiliki data yang mencukupi untuk mengetahui kapan dia masuk dan keluar.

"Sehingga lebih mudah bagi petugas keamanan untuk melacak pelaku,” ujarnya.

Reza pun berharap, agar karya yang dikembangkannya itu dapat diproduksi secara massal. Sehingga, karya anak bangsa dibidang teknologi dapat membantu menurunkan angka kriminalitas di Indonesia.

Apa Tanggapan Anda ?