Kelompok Keahlian Ilmu Kemanusiaan FSRD ITB lancar menggelar Festival Vokal Group Folklor 2018 se Bandung Raya. foto : Humas ITB

Daerah

Aplikasi Digital Kultur, Bagian dari Festival Vokal dan Paduan Suara Folklor ITB

SMP Mutual Kota Magelang

BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat memanfaatkan betul perkembangan teknologi informasi. Kampus memiliki aplikasi untuk lomba seni suara, yaitu Aplikasi Digital Kultur. Aplikasi Digital Kultur merupakan hasil penelitian Prototipe Teknologi Digital Live Performance untuk Festival Vokal dan Paduan Suara Folklor dalam Kerangka Industri Musik Indonesia.

Aplikasi ini telah mendapatkan Hak Cipta bernomor 000117776 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia. Hasil penelitian ini pun juga telah dipresentasikan dalam Seminar Internasional yang bertemakan International Seminar on Nusantara Heritage 2018 di Klantan, Malaysia.

Aplikasi Digital Kultur khusus dibuat untuk pelaksanaan berbagai festival budaya di Indonesia. Seperti yang diterapkan saat ITB menggelar Festival Vokal Grup Folklor Indonesia untuk Tingkat SMA/SMK.  Sebanyak lima finalis grup vokal dari SMA dan SMK se-Bandung Raya memeriahkan gelaran Grand Final di Aula Timur ITB, Jalan Ganesha no 10 Bandung.

Lima finalis tersebut diharuskan tampil membawakan lagu wajib Karatagan Pahlawan karena dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional 10 November 2018. Selain itu, finalis boleh membawakan lagu pilihan mereka masing-masing.

“Tapi memang karena mayoritas dari Sunda mereka banyak menampilkan lagu-lagu daerah Sunda,” kata Ketua Pelaksana Dr. Ranti Rachmawati, M.Hum, seperti Siaran Pers yang dikirim ke Redaksi Siedoo.

Festival tersebut merupakan rangkaian akhir dari Program Riset Penguatan Inovasi ITB 2018 yang dibiayai oleh LPIK ITB, dengan tema “Prototipe Teknologi Digital Live Performance untuk Festival Vokal dan Paduan Suara Folklor dalam Kerangka Industri Musik Indonesia”. Terselenggaranya acara ini atas kerja sama LPIK dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dengan Kelompok Keahlian (KK) Ilmu Kemanusiaan ITB.

Ranti mengatakan, para finalis yang tampil di babak grand final merupakan hasil seleksi dari beberapa sekolah yang diundang. Sekolah kemudian melakukan seleksi keikutsertaan dengan menggunakan aplikasi Digital Kultur secara online dengan mengupload video.

Tim juri yang menilai kompetensi peserta pun dilakukan secara online melalui aplikasi ini. Jumlah peserta yang terdaftar di aplikasi mencapai 18 peserta, yang kemudian diseleksi oleh juri secara online. Adapun lima finalis yang tampil adalah SMK Negeri 1 Sumedang, SMK Negeri 3 Cimahi, SMA Negeri 1 Katapang, SMA Negeri 1 Lembang, dan SMA Negeri 9 Bandung.

Ranti mengaku sangat takjub dengan penampilan para peserta terutama yang berasal dari luar Kota Bandung. Penampilan mereka sangat baik, dengan persiapan yang serius ada yang satu bulan bahkan tiga bulan. Ia pun berharap, semoga dengan dukungan dari ITB juga ini menjadi kegiatan tahunan.

“Ternyata banyak bakat-bakat yang luar biasa yang kita tidak tahu di daerah atau pelosok. Kita ingin cakupannya lebih luas lagi, mudah-mudahan bisa seluruh Indonesia,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?