Yoyok Cahyono raih gelar doktor dengan meneliti sel surya. Disertasi yang dipresentasikan dalam sidang doktor terbuka mendapat predikat sangat memuaskan.

Inovasi

Mimpi Besar Dosen tentang Sel Surya


SURABAYA – Salah satu dosen Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur Yoyok Cahyono memiliki mimpi besar. Mimpinya yaitu menuju sel surya berbasis a-Si:H yang murah dan efisiensi melampaui 13,6 persen. Angka tersebut merupakan efisiensi terbaik sel surya yang berbasis silikon amorf.

Dosen yang berasal dari Situbondo tersebut juga menjelaskan jika dirinya dan Kelompok Penelitian Bahan Maju Sel Surya, Departemen Fisika ITS akan tetap melakukan penelitian. Itu terkait pengembangan metode dasar terkait fabrikasi dan efisiensi sel surya multilayer.

“Selain menargetkan realisasi peningkatan efisiensi sel surya, kami juga bertekad untuk mewujudkan prototipenya,” kata Yoyok.

Mimpi itu berkaitan langsung dengan disertasi yang dipresentasikan dalam sidang doktor terbuka di Theater B Departemen Fisika, Fakultas Ilmu Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (22/2/2018). Dalam sidang yang dipromotori oleh Prof Dr Darminto MSc, Prof Suminar Pratapa MSc PhD dan Dr M Zainuri MT tersebut, Yoyok Cahyono mendapat predikat sangat memuaskan.

Disertasinya berjudul Pengembangan Film Intrinsik Lapis Jamak Sel Surya Berbasis Silikon Amorf Terhidrogenasi. Penelitian sel surya merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha penelitian untuk mengatasi secara bertahap ketergantungan dunia akan bahan bakar fosil. Sayangnya, penggunaan sel surya berbasis silikon kristal memerlukan material yang cukup banyak. Sehingga harganya relatif mahal.

Kendala yang ada tersebut berusaha dijawab Yoyok Cahyono. Penelitian yang dilakukan ayah tiga anak itu, berhasil menumbuhkan film intrinsik lapis tunggal dan jamak. Dengan berbagai lebar celah pita energi, sifat-sifat dan parameter-parameter proses deposisinya. Dengan variasi lebar celah pita energi, absorptivitas atau tingkat serapan energi dapat menjadi lebih maksimal.

Film intrinsik sel surya berbasis silikon amorf terhidrogenasi (a-Si:H) tersebut juga memegang peran penting untuk menyerap energi surya. Itu untuk mengeksitasi elektron (memindahkan energi tanpa ionisasi).

Semua lapis dari film intrinsik dideposisi pada chamber PECVD (Plasma-Enhanced Chemical Vapor Deposition) yang sama dan dengan bahan gas yang sama.

“Selanjutnya, proses fabrikasinya diharapkan bisa menjadi lebih mudah, efektif, efisien dan murah,” jelas Yoyok.

Harga yang lebih murah tersebut, lantaran adanya penggunaan substrat kaca komersil. Serta, konsentrasi silan yang rendah sebagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi biaya produksi.

Apa Tanggapan Anda ?