Rangkaian Ramadhan, LP2SI UM Magelang launching buku biografi.

Daerah Tokoh

Kisah Mbah Abu, Sang Maestro Pendidikan UM Magelang


MAGELANG – Ketokohan KH Abu Ubaidah di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah sangat menonjol. Buah pikir dari Mbah Abu menjadi torehan penting tentang tumbuh kembangnya kampus UM Magelang. Bahkan, tidak hanya itu, berbagai sekolah dari SD hingga SMA di sekitar Magelang juga tak lepas dari hasil jerit payah Mbah Abu.

Sepak terjang Mbah Abu ini layak menjadi inspirasi bagi para generasi muda saat ini. Kisahnya sudah dibukukan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UM Magelang. Buku biografi “Mbah Abu KH Abu Ubaidah, Pejuang ‘Nekat Fii Sabilillah’” ditulis oleh Zuhron Arofi dan tim LP2SI.

“Buku tersebut dapat menjadi pemicu awal untuk menerbitkan biografi tentang tokoh lokal hebat yang pantas dicatat dalam sejarah. Hal ini agar menjadi pelajaran bagi generasi pejuang di masa yang akan datang,” kata Zuhron.

Lounching buku ini diadakan di Aula Gedung Rerktorat Lantai 3 UM Magelang, Sabtu (26/5/2018). Secara kuantitas dan kualitas KH Abu Ubaidah, salah satu tokoh besar Muhammadiyah yang sangat kondang di wilayah Kedu, sangatlah menginspirasi banyak pihak. Kisah hidupnya yang penuh dinamika, pada era dahulu dan sekarang mendorong LP2SI UM Magelang menerbitkan Buku Biografi KH Abu Ubaidah.

“Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Ramadhan di Kampus tahun 2018,” jelas Ketua LP2SI UM Magelang Tohirin.

Buku setebal 148 halaman ini diterbitkan oleh Unimma Press. Di dalamnya, mengupas tuntas kehidupan Abu Ubaidah yang lebih dikenal sebagai Mbah Abu dari berbagai sisi. Mbah Abu yang lahir 80 tahun lalu, tepatnya 16 Juni 1938 itu, merupakan sosok yang pengabdian dan ketokohannya di Muhammadiyah tidaklah diragukan.

Baca Juga :  Penyusunan Buku Baru PAI Kelas I - XII Akan Diperketat

Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo pun mengungkapkan, ia bertemu pertama kali dengan Mbah Abu pada tahun 1981 silam. Saat itu, dirinya menjadi pengurus IPM di SMAN 1 Muntilan, dimana Mbah Abu sebagai pembina IPM.

Pertemuan berikutnya saat Eko menjadi mahasiswa di FT UM Magelang, dimana Mbah Abu menjadi dosen mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Setelah menjadi rektor, Eko sering berdiskusi dengan Mbah Abu yang banyak memberikan inspirasi dan ide yang berani.

“Berkat ide dari Mbah Abu, UM Magelang bisa membangun gedung dan fasilitas lain yang ada saat ini. Termasuk masjid UM Magelang yang tengah dibangun,” ungkap Eko.

Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo (kiri) bersama Mbah Abu (tengah) dan keluarga.

Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi itu, sisi kehidupan Mbah Abu dikupas, baik sisi pribadi maupun organisasi. Selain sebagai tokoh Muhammadiyah, bapak empat anak itu dikenal pula sebagai maestro pendidikan yang berhasil mendirikan SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang. Serta, SD Mutual yang kini menjadi sekolah bonafid di Magelang, disamping 10 sekolah lain yang dibidani olehnya.

Mbah Abu juga merupakan founding father Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Magelang. Disamping dihadiri keluarga besar Mbah Abu, panitia juga mengundang pihak yang pernah berinteraksi dengan Mbah Abu dan memberikan testimoni dalam buku tersebut. Selain itu, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UM Magelang serta pengurus PDM dan PDA Kota dan Kabupaten Magelang, turut memenuhi ruangan aula.

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan DPRD