Inovasi

Dosen IT Telkom Berinovasi dengan Reptil

PURWOKERTO - Inovasi dari para pelaku pendidikan di berbagai daerah nusantara kembali bermunculan. Dua dosen dari Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto, Jawa Tengah menciptakan Aplikasi Tangkap Reptil Berbasis Android. Keduanya yaitu, Chondro Kartiko S.Kom., M.T.I., dosen Rekayasa Perangkat Lunak dan Novanda Alim Nugraha S.S., M.Hum., dosen Bahasa Inggris.

Aplikasi ini dapat diunduh melalui playstore yang terdapat pada smartphone. Melalui aplikasi tangkap ular, pengguna dapat mengetahui informasi – informasi mengenai reptil. Mulai dari cara menangkap, tindakan pertolongan apabila terkena serangan langsung oleh hewan berbisa. Bahkan, aplikasi ini memungkinkan pengguna bisa berkomunikasi langsung dengan rumah sakit terdekat.

"Sampai kita dimanjakan dengan adanya fitur interface dengan ahli atau pawang reptil. Sehingga, aplikasi ini mampu menjadi sarana edukasi dan sosialisasi dunia reptil yang efektif dan efisien," jelas Novanda.

Mengembangkan teknologi di era millennia seperti saat ini memang menjadi suatu keharusan bagi masyarakat. Terutama bagi praktisi maupun akademisi. Hal itu pula yang tengah dilakukan dua dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto tersebut.

Aplikasi ini didesain khusus berdasarkan teknologi kekinian. Sehingga, bisa dijalankan pada smartphone berbasis android yang sekarang menjadi teknologi, yang tak lepas dari keseharian masyarakat. Mulai dari anak – anak, remaja, dewasa, bahkan orang lansia (lanjut usia) mengkonsumsi ponsel pintar tersebut.

Inovasi ini juga mereka tampilkan di depan Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto Dr. Ali Rokhman,M.Si.

"Meskipun bentuk aplikasi ini berbentuk interface, tapi tidak menutup kemungkinan bisa berguna bagi masyarakat dalam pengembangan pengetahuan dan wawasan," jelas novanda ketika mengenalkan aplikasi.

Sementara menurut Chondro, aplikasi dengan fitur android memungkinkan seseorang dapat berkreasi dalam menciptakan beragam platform. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya aplikasi tangkap ular yang diciptakan keduanya.

"Aplikasi ini bisa dijalankan di android ginger bird sampai pada versi terbaru," jelas Chondro, pengembang aplikasi tangkap ular.

Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto Dr. Ali Rokhman M.Si., mengatakan bahwa pengembangan dari aplikasi tangkap ular ini harus terus dikembangkan. Dan, tak lupa dimasukkan ke HAKI (Hak Kekayan Intelektual) untuk menghindari dari plagiatisme.

"Tak lupa saya mengajak dan mendorong semua dosen civitas akademika IT Telkom Purwokerto dengan adanya aplikasi tangkap ular ini, menjadi motivasi menciptakan karya lainnya," jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?