Para peserta tengah merangkai barang-barang bekas menjadi alat/media belajar.

Daerah

Guru TK Lomba Berinovasi dengan Barang Bekas

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Sebanyak 55 peserta dari 70 Taman Kanak – kanak se-Kota Magelang ikut meramaikan lomba inovasi pembuatan media pembelajaran dari bahan dasar bekas. Saat lomba guru se-Kota Magelang ini, peserta harus mengerjakan hasil karya di lokasi lomba. Acara itu digelar Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Cabang Kota Magelang, Jawa Tengah.

Lomba ini memanfaatkan barang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain karena biayanya murah, penggunaan barang bekas juga mampu membantu mengurangi sampah.

“Terdapat beberapa kriteria yang dijadikan dasar penilaian kreasi peserta. Diantaranya keaslian bahan, kreativitas, keindahan, inovasi, asas manfaat pengembangan anak,” kata Ketua Panitia Lomba Nunung Najib Kamis (12/4/2018).

Peserta lomba merupakan guru ataupun sekolah yang berada di bawah binaan GOPTKI. Para guru yang berhasil menang diharapkan semakin kreatif dan bisa menularkan ilmunya ke guru lain.

Menurut dia, media yang digunakan dalam pembelajaran tidak hanya media yang menang lomba saja. Tetapi, bisa mengembangkan dengan media lain, dengan inovasi-inovasi yang baru.

“Dan kalau bisa, hasil karya yang muncul bisa dipatenkan,” jelasnya.

Ketua GOPTKI Cabang Kota Magelang Demetrya Tety Sugiharto menyampaikan bahwa, para guru/pengajar dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam memberikan pelajaran kepada anak didik. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan ilmunya baik dalam hal teori maupun praktek.

Atas dasar tersebut, Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia Cabang Kota Magelang menggelar kegiatan lomba inovasi pembuatan media pembelajaran dari bahan dasar bekas antar guru se-Kota Magelang. Lomba ini dimaksudkan agar para guru termotivasi untuk selalu berkreasi dan mengembangkan ilmunya dalam mengajar.

“Sehingga mudah diterima oleh peserta didik,” jelasnya.

Lomba ini memanfaatkan barang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain karena biayanya murah, penggunaan barang bekas juga mampu membantu mengurangi sampah. Penggunaan barang bekas sebagai bahan dasar pembuatan media belajar ini, untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi para peserta dengan tanpa mengeluarkan biaya.

“Barang yang tadinya tidak terpakai juga jadi bermanfaat,” urainya.

Istri Sekda Kota Magelang itu juga mengatakan, media pembelajaran tidak harus bagus dan mahal. Namun harus yang menyenangkan dan bermanfaat, serta bagus namun murah. Diharapkan para pendidik bisa mengembangkan kreativitasnya dan memunculkan bakat terpendam yang dimiliki.

“Dari seni yang muncul kemudian diaplikasikan ke pengembangan ilmu dalam mengajar yang mudah diterima anak-anak,” katanya.

Pada lomba itu, pemenang lomba antara lain Desiana Rofiyanti dari TK Aisyiyah 7 (Juara 1), Waridah dari TK Pertiwi Kota (Juara 2), A Setiyati dari TK Taman Indria 1 (Juara 3), Sri Yudianto dari Asy Ayaffa (Juara Harapan 1), Marsilah dari TK BIAS (Juara Harapan 2), Sri Rahayu dari TK Bhakti Husada (Juara Harapan 3).

Apa Tanggapan Anda ?