Volunteer asal Italia dan Swiss menyambangi sekolah di lingkungan Candi Borobudur. Program edukasi anak PAUD juga membagikan buku, pensil warna dan kertas gambar ke anak-anak.

Internasional

Volunteer Asing Peduli Sekolah Lokal


MAGELANG – Beberapa sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang mendapatkan kesempatan langka. Volunteer asal Italia Roberto Calauti dan Anne Vogt asal Swiss, mengunjungi sekolah untuk program edukasi anak PAUD di lingkungan Borobudur. Kunjungan ini untuk mempererat tali persaudaraan antar bangsa dan mengenal budaya antar negara, terutama antara Eropa dan Asia.

Pada salah satu kunjungannya, volunteer ini berkomunikasi dengan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Itali. Dengan mencontohkan gambar matahari, anak-anak bisa menirukan aksen bahasa Itali ‘’Tole”, yang artinya matahari. Selain itu juga “Sun” dalam bahasa Inggris, yang arti terjemahannya juga sama matahari. Kunjungan kedua volunteer dipandu langsung Ir Girika Gayatri, pendidik aktif di PAUD Omah Bocah Borobudur.

“Banyak manfaat yang diperoleh selama dalam kunjungan di Borobudur. Anak-anak PAUD menjadi berani dan percaya diri dalam berinteraksi dengan tamu orang asing,” ujar Ir Girika Gayatri.

Kunjungan ini juga diisi dengan senam pagi bersama, bernyanyi dan menggambar. Volunteer juga membagikan buku, pensil warna dan kertas gambar untuk anak-anak. Hal ini bertujuan agar anak-anak bisa bercerita lewat imajiner gambar budaya negaranya.

“Memang selama kunjungan waktunya terbatas hanya dua minggu. Jadi sudah tentu tidak semua sekolah bisa disinggahi secara merata,” katanya.

Namun demikian, program ini rencananya berlanjut setiap tahun. Dengan kunjungan lanjutan ke lokasi sekolah yang berbeda. Upaya ini agar bisa merata di sekolah se Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Diharapkan, program ini akan menciptakan anak-anak yang punya kemampuan intelektual dan budi pekerti yang luhur dan mumpuni dalam menyongsong era globalisasi.

“Sebuah inovasi edukasi yang harus banyak didukung masyarakat dan instansi setempat. Bahwa orang asing datang ke Borobudur juga banyak yang punya empati dan kepedulian sosial sangat tinggi. Yaitu terhadap pertumbuhan edukasi di lingkungan Borobudur yang berdampak pada pengaruh zona pariwisata,” jelas Girika.

Apa Tanggapan Anda ?