Para peserta Gebyar PAUD mengikuti sejumlah lomba yang dilaksanakan di kompleks eks Bakorwil II dan Halaman Museum BPK RI, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Daerah

Gebyar PAUD, Upaya Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan


MAGELANG – Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Magelang diwarnai dengan sejumlah kegiatan lomba. Gebyar PAUD sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan untuk peningkatan mutu layanan PAUD. Tujuan lainnya yaitu, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anak didik, mengembangkan kualitas, kreativitas, dan keterampilan pada anak didik dan pendidik PAUD.

“Semoga pengenalan dan pembelajaran kreativitas pada anak usia dini melalui kegiatan ini dapat terus disinambungkan di masa-masa mendatang,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Jawa Tengah Sumartono.

Pemerintah Kota Magelang terus berupaya untuk memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Diantaranya dengan secara intens bekerjasama secara sinergi dengan beberapa lembaga/organiasi yang menangani langsung terkait perlindungan anak.

Kemudian mencanangkan RT/RW ramah anak, membentuk forum anak, asosiasi pengusaha sayang anak, pusat pembelajaran keluarga (puspaga).¬†“Kita juga memprakarsai gerakan balita menabung (balibung), gerakan pugar ruang belajar anak (gepura), serta puskesmas ramah anak,” urai dia.

Bukti lain Kota Magelang ramah terhadap anak, adalah diraihnya predikat kota sejuta bunga ini sebagai Kota Layak Anak Kategori Nindya Tingkat Nasional. “Semoga tahun depan meningkat menjadi kota layak anak kategori utama,” katanya berharap.

Gebyar PAUD diikuti ratusan siswa/siswi. Mereka beradu kemampuan untuk menampilkan yang terbaik di hadapan guru maupun orang tua masing-masing.

“Ada sebanyak 5 lomba yang dilaksanakan pada Gebyar PAUD tahun ini,” imbuh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Taufik Nurbakin, di sela kegiatan yang berlangsung di kompleks eks Bakorwil II dan Halaman Museum BPK RI.

Lomba tersebut antara lain melukis diatas tampah (diikuti 140 anak), membuat Alat Peraga Edukatif Ibu dan Anak (140 ibu dan anak), membuat kreasi dari plastisin (140 anak), tari kreasi baru (140 anak), menancapkan bendera (210 anak).

“Selain lomba, juga ada talkshow yang diikuti oleh 130 orang dari Komite Taman Kanak-Kanak (TK) Kelompok Bermain (KB) dan POS PAUD,” ¬†jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?