Fitri didampingi ayahnya saat berangkat wisuda. foto: instagram tanharimage

Tokoh

Wisuda Fitri, Ayah Seorang Satpam dan Prestasinya

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

Siedoo, NAMA Fitriani Amaliny sontak viral di jagad maya. Diantarnya sang ayah yang seorang satpam, saat prosesi wisuda Sabtu 7 April lalu mengundang haru warga nitizen.

Ayahnya, Amran, 47 tahun, dalam foto yang beredar luas mengantar dengan berjalan kaki, lengkap berkostum kedinasan satpam. Fitri, sapa akrabnya, berjalan beriringan dengannya. Bahkan berdekatan.

Gadis cantik berkulit putih itu menyelesaikan program studi Teknik Ekonomi Konstruksi, Fakultas Teknik Sipil, Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat. IP nya mencapai 3,2.

Gadis yang masih berusia 21 tahun ini tidak patah arang dalam menuntut studi. Fitri tetap kekeh agar bisa studi lanjutan untuk mengambil magister. Cita-citanya ingin menjadi kontraktor yang jujur dalam membangun Indonesia.

“Kepengen jadi kontraktor hebat untuk membangun negeri,” katanya sebaimana ditulis harianhaluan.

Bagi Fitri, ayahnya termasuk ibunya, Leni Marlina, ada sosok yang diidamkan. Amran sebagai pahlawan di keluarganya, sekaligus sebagai sosok yang menginspirasinya.

Amran adalah seorang satpam di kampus tersebut. Meski begitu, selama kuliah, dirinya tidak pernah merasa malu.

“Papa dan mama pahlawan Fitri dan adik-adik di keluarga kami,” kata Fitri.

Mereka dalam menguliahkan putri sulung dari tiga bersaudara itu, hanya memberikan modal untuknya Rp 100 ribu setiap minggu dan membawa bekal makanan dari rumah untuk disantap di kampus.

“Ia tidak pernah neko-neko atau sedikit pun menuntut kami agar dibelikan sesuatu. Padahal jurusannya sangat membutuhkan peralatan yang cukup banyak apalagi terkait konstruksi. Tapi kami bisa mengerti dan selalu membelikannya,” ungkap Amran.

Wisuda tersebut merupakan wisuda ke-69 tahun 2018, di Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Ulakkarang, Kecamatan Padang Utara. Yang diwisuda terdiri dari lulusan program 783 orang wisudawan, yang terdiri dari 29 magister, 729 sarjana, dan 25 ahli madya untuk program studi Teknik Ekonomi Konstruksi yang berasal dari 7 fakultas di Universitas Bung Hatta.

Apa Tanggapan Anda ?