AKMIL. Mahasiswa yang menjalani Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Tidar (UNTIDAR) inbound 4 saat berada di Akademi Militer (Akmil) Magelang. (foto: untidar) 
Siedoo.com - AKMIL. Mahasiswa yang menjalani Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Tidar (UNTIDAR) inbound 4 saat berada di Akademi Militer (Akmil) Magelang. (foto: untidar) 
Daerah

Mahasiswa PMM UNTIDAR Kunjungi Dua Ikon Kota Magelang

MAGELANG, siedoo.com – Mahasiswa yang menjalani Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Tidar (UNTIDAR) inbound 4 mengunjungi dua ikon Kota Magelang. Yakni, Akademi Militer Magelang dan Kebun Raya Gunung Tidar, beberapa waktu lalu.

Mereka berangkat dari Kampus Tuguran dan Kampus Sidotopo untuk menuju lokasi pertama, Museum Taruna Abdul Djalil Kompleks Akademi Militer Magelang.

Mahasiswa kemudian masuk ke dalam ruang teater museum untuk melihat profil kampus Akademi Militer. Dalam kesempatan ini, mahasiswa mendapat materi Kebhinekaan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Museum Taruna Abdul Djalil Akmil Magelang, Mayor Iping Puji Astuti.

“Saya berharap dengan adanya kunjungan seperti ini dari mahasiswa seluruh Indonesia, maka kalian bisa turut merasakan perjuangan para pendahulu kita pada posisi militer yang telah berupaya mempertahankan Indonesia,” kata Mayor Iping.

“Selanjutnya, kalianlah generasi penerus bangsa yang harus bisa menjaga Indonesia dari tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

Kunjungan dilanjutkan dengan mengelilingi kawasan museum dan Akmil Magelang secara menyeluruh hingga ke Lapangan Sapta Marga.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Kebun Raya Gunung Tidar. Ditemani oleh tiga pemandu. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mempelajari konservasi alam yang ada di Kebun Raya Gunung Tidar. Mereka juga melihat satwa-satwa seperti spesies kera yang banyak ditemui di sana.

“Kalau kita pernah dengar, Gunung Tidar ini disebutkan sebagai Pakuning Tanah Jowo yang berarti pakunya tanah Jawa. Hal ini karena menurut mitos yang berkembang, Gunung Tidar adalah paku atau pasak yang dipasang di tengah-tengah Pulau Jawa agar pulau ini berhenti terombang-ambing di tengah Samudra,” ungkap Pemandu di Kebun Raya Gunung Tidar, Satrio.

Selepas kunjungan, para mahasiswa melanjutkan kegiatan modul nusantara yakni refleksi di Kampus Tuguran Universitas Tidar. (untidar/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?