BANTUAN. Bupati Magelang Zaenal Arifin saat menyerahkan bantuan Pipa Perbaikan Jaringan Air Bersih Pada Enam Desa Terdampak Kebakaran Hutan Merbabu secara simbolis. (foto: prokompimkabmgl)
Siedoo.com - BANTUAN. Bupati Magelang Zaenal Arifin saat menyerahkan bantuan Pipa Perbaikan Jaringan Air Bersih Pada Enam Desa Terdampak Kebakaran Hutan Merbabu secara simbolis. (foto: prokompimkabmgl)
Daerah

Kebakaran Gunung Merbabu Rusak Jaringan Pipa Air Bersih, 1.747 KK Terdampak

MAGELANG, siedoo.com – Bupati Magelang Zaenal Arifin prihatin atas musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Di Taman Nasional Gunung Merbabu. Terutama, kepada 11 dusun di 6 desa yang meliputi 2 kecamatan yang terdampak.

———

Ia menyebutkan, dari data yang telah dihimpun, hasil perhitungan terjadinya kerusakan pada jaringan air bersih sepanjang 27.828 meter. Jumlah yang terdampak kurang lebih 1.647 kepala keluarga.

Desa yang menerima bantuan pipa perbaikan jaringan air bersih terdampak bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Taman Nasional Gunung Merbabu yaitu, Desa Jogonayan, Desa Genikan, Desa Sumberejo, Desa Kenalan, Desa Ketundan dan Desa Pogalan.

Perlu diketahui bersama, keberadaan jaringan air bersih pada lokasi tersebut, sangat diperlukan untuk memenuhi keperluan kebutuhan sehari-hari. Sekaligus juga untuk mengairi lahan pertanian yang merupakan sumber mata pencaharian warga setempat.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang memberikan bantuan. Tujuannya untuk pengadaan material perbaikan jaringan pipa air bersih. Anggarannya dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) TA 2023 sebesar Rp1,1 miliar.

Upaya perbaikan jaringan pipa air yang rusak, tidak hanya dilakukan Pemerintah Kabupaten Magelang saja. Namun,  juga melibatkan para tokoh masyarakat, relawan, serta tentunya peran aktif masyarakat setempat. Hal ini menguatkan rasa gotongroyong dan upaya pelestarian lingkungan di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

“Semoga bantuan yang diterimakan ini, dapat memberikan kemanfaatan, serta harapan kami kejadian kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu ini, tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” harap Zaenal.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada kepala desa yang terdampak bencana oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin. Penyerahan tersebut didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono dan Kepala DPUPR Kabupaten Magelang, David Rudiyanto di Balai Desa Jogonayan Kecamatan Ngablak, Selasa (19/12/2023).

Baca Juga :  SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Gelar Penilaian Sumatif Akhir dan Tengah Semester

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono menyampaikan, pada Jumat, 27-30 Oktober 2023 lalu telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Merbabu. Termasuk, yang masuk wilayah Kabupaten Magelang, api diduga bermula/berasal dari wilayah Getasan, Kabupaten Semarang, yang terbawa angin merembet ke wilayah Kabupaten Magelang.

“Telah dilakukan berbagai upaya oleh BPBD untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Merbabu yang melibatkan dan di support oleh berbagai unsur antara lain Pemdes setempat, Balai TNG Merbabu, KLHK, Perhutani, Polri dan TNI, serta Base Camp Suwanting dan Base Camp Wekas, MPA, MPP, KPA, relawan dan warga masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan, luasan lahan dan hutan di TNG Merbabu yang termasuk wilayah Kabupaten Magelang yang terdampak/terbakar berdasarkan laporan terakhir seluas ± 167 Hektare berupa tanaman pinus, anakan Akasia, Kerinyu, Lantana, Telasihan, Ilalang dan Seresah.

Selain lahan dan tegakan/vegetasi, jaringan pipa air bersih yang melayani 11 dusun di 6 desa di 2 kecamatan juga terdampak/terbakar dan mengalami kerusakan.

“Berdasarkan laporan awal dari desa-desa terdampak, jaringan pipa air bersih yang rusak terbakar sepanjang kurang lebih 18.000 m. Setelah dilakukan survey yang mendalam oleh Tim dari DPU PR Kabupaten Magelang di dampingi Pemdes masing-masing tercatat jaringan pipa air bersih yang rusak terbakar sepanjang 27.828 m,” terang Edi. (prokompim/kabmgl/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?