Perwakilan RELO Jeanni Cook saat menyampaikan materi di hadapan mahasiswa. Pengajar harus mampu berkreasi dalam menciptakan suasana dan sistem mengajar yang kondusif dan kreatif.

Daerah

Pengajar Harus Ciptakan Suasana Kondusif 


MAGELANG – Sekitar 400 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar) Magelang mengikuti acara Guest Lecturing & Academic Sharing bersama Regional English Language Officer (RELO), Kedutaan Besar Amerika. Acara dengan tema “Current Trends of Tesol” menekankan bahwa pengajaran Bahasa Inggris kepada orang lain dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Tesol  kependekan dari Teaching English Speaking of Other Language. Yaitu pengajaran Bahasa Inggris kepada para pengguna bahasa non-Inggris. Tesol merupakan salah satu program spesialis Bahasa Inggris dibawah RELO yang dikelola oleh US Embassy.

“Mahasiswa diajak untuk memahami apa itu Tesol. Serta bagaimana menemukan formula pembelajaran bahasa Inggris yang baik dan mudah dipahami,” kata Ketua Panitia Acara Sri Sarwanti.

Kesempatan itu, tidak hanya menjelaskan beberapa materi, narasumber juga memperkenalkan aplikasi e-learning Kahoot. Aplikasi ini berisi 2 mode yaitu creator dan player. Mode creator digunakan untuk mengkonsep pertanyaan dan jawabannya, menentukan durasi waktu jawab, dan launch game. 

Sedangkan mode player digunakan oleh pemain game untuk join game dengan cara memasukkan PIN dan nickname. Satu game diwakili dengan 1 nomor PIN.

Usai workshop, acara dilanjutkan dengan sharing pada sesi kedua. Sharing hanya diutamakan untuk dosen-dosen PBI/FKIP dan beberapa perwakilan mahasiswa. Topiknya masih sama yaitu bagaimana menemukan formula pembelajaran bahasa inggris yang baik.

“Kalian sebagai calon pengajar Bahasa Inggris harus mampu berkreasi dalam menciptakan suasana dan sistem mengajar yang kondusif dan kreatif,” kata Perwakilan RELO Jeanni Cook.

Apa Tanggapan Anda ?