Nadia, panggilan akrabnya berpose bersama dengan bapak ibu guru dan piala yang ia raih.

Tokoh

Nadia Septiani, Gemar Berpuisi Sejak Kecil


Siedoo, “DENGAN berpuisi hati kita menjadi senang.” Itulah jawaban Nadia Septiani, ketika ditanya alasan suka berpuisi. Dia menuturkan, puisi itu ungkapan dari yang ditangkap indera kita, juga apa yang kita pikirkan dan rasakan.

“Gaya bahasanya indah dan enak didengar bila dibaca,” ungkapnya.

Sejak kecil Nadia, panggilan akrabnya, memang suka membaca puisi, yang ditemuinya di berbagai majalah anak. Tak heran, karena seringnya membaca serta kecintaannya terhadap puisi, menggelitik minatnya untuk membuat puisi sendiri.

“Awal-awal membuat kata-katanya terdengar lucu, sulit merangkai. Namun, lama kelamaan menjadi terbiasa,” kata siswi kelas VII SMP Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah ini.

Hobi membaca membuat putri pasangan guru Supardi-Erna Astiani ini, mudah memahami pelajaran di bangku sekolah. Hal itu merupakan salah satu kegiatan yang membuatnya selalu menduduki ranking I selama duduk di bangku SD.

Ternyata remaja kelahiran 28 September 2005 ini tak hanya pandai membaca puisi berbahasa Indonesia. Namun, juga puisi berbahasa Jawa (geguritan). Hal itu terbukti ketika membaca geguritan di hadapan Bupati Magelang pada suatu acara di GOR Gemilang, Kecamatan Mungkid beberapa waktu lalu.

Dengan berpakaian adat dan gaya memikat, Nadia membacakan geguritan karya Narwan Sastra Kelana berjudul Magelang Semanah Gemah Ripah Iman Cemerlang. Pembacaan tersebut mendapat apresiasi dari bupati dan para undangan.

“Meski jarang membaca geguritan, namun ternyata dia mampu membaca dengan penghayatan yang bagus,” kata Lilies Muzayanah SPd, guru pembinanya.

Prestasi Nadia antara lain Juara 1 cabang Cipta dan Baca Puisi pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2016 lalu. Kini selain konsentrasi belajar akademis, di sela waktu luangnya Nadia dia rajin mencipta puisi.

Apa Tanggapan Anda ?