BEASISWA. Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menyerahkan beasiswa. (foto: ist)
Pendidikan

Alhamdulillah! 340 Siswa di Kota Magelang Terima Beasiswa, Berikut Besarannya

MAGELANG – Sebanyak 340 siswa kurang mampu dari jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA di Kota Magelang menerima beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal ini dilakukan dalam meningkatkan pendidikan masyarakat.

Beasiswa diberikan kepada 134 siswa SD/MI masing-masing Rp 600 ribu, 179 siswa SMP/MTs masing-masing Rp 700 ribu, dan 30 siswa SMA/MA masing-masing Rp 800 ribu.

“Total anggaran dana yang diserahkan sebesar Rp 229.700.000,” kata Ketua Baznas Kota Magelang Ahmad Zainuddin.

Dikatakan kegiatan ini merupakan penyerahan dana zakat, infak, dan sedekah, yang dihimpun untuk pendidikan di wilayah setempat. Para penerima beasiswa dinyatakan memenuhi kriteria, antara lain berasal dari keluarga kurang mampu tetapi memiliki prestasi.

Penyerahan Program Beasiswa Sekolah Berprestasi bersama Baznas digelar di Pendopo Pengabdian, Rumah Jabatan Wali Kota Magelang, Kamis (4/8/2022).

Dia menjelaskan, penyaluran dana zakat berupa beasiswa ini menjadi kali kedua, setelah periode pertama diserahkan kepada 59 siswa pada Februari lalu. Menurutnya, program ini akan terus berjalan, untuk membantu meningkatkan pendidikan di Kota Magelang.

“Kami berharap, melalui Baznas bisa mendorong siswa siswi dan generasi muda yang kelak mereka akan jadi calon pemimpin bangsa ini,” ujarnya.

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz memberi apresasi lembaga Baznas terlibat langsung memajukan pendidikan di wilayahnya. Hal ini menunjukkan jika masyarakat Kota Magelang kompak untuk meningkatkan kualitas generasi mudanya.

”Saya apresiasi kepada Baznas karena lembaga ini jadi salah satu komponen untuk kemajuan suatu daerah. Dari peran sederhana seperti inilah, saya yakin Kota Magelang bisa berubah lebih baik dari semua sisi, terutama sisi kemandirian warganya,” katanya.

Dia meminta, pemberian dana beasiswa kepada anak didik di Kota Magelang digelar secara terus menerus. Bahkan, sampai anak didik tamat menjadi seorang sarjana.

”Beasiswa memang butuh kontinyuitas, tidak bisa kalau hanya sekali selesai. Saya harapkan ini dilakukan terus menerus, bahkan sampai mereka lulus kuliah,” ujarnya.

Dokter Aziz juga berpesan, beasiswa yang diterima para peserta didik, dipergunakan dengan urgensi mereka sebagai seorang siswa. Misalnya untuk membeli peralatan sekolah, seperti sepatu, tas, dan alat

Ia berharap, para generasi muda senantiasa bejalar dengan tekun dan mencetuskan inovasi. Sebab dengan inovasi, mampu membangun dengan kuat, yang ujungnya dapat membangkitkan kemajuan suatu daerah. (prokompim/kotamgl/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?