JABAT TANGAN. Sevolana Bondan Sirait saat berjabat tangah dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (foto: jatengprov)
Siedoo.com - JABAT TANGAN. Sevolana Bondan Sirait saat berjabat tangah dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (foto: jatengprov)
Pendidikan

Ini Dia Siswa Lulusan Terbaik SMKN Jawa Tengah dari Tiap-tiap Kampus

SEMARANG, siedoo.com – SMKN Jawa Tengah memiliki tiga kampus. Yakni di Semarang, Pati, dan Purbalingga. Tahun ini, wisuda kelulusan di masing-masing sekolah dilakukan pada Kamis 25 Mei 2023.

Ada tiga lulusan terbaik dari tiap-tiap kampus tersebut. Sevolana Bondan Sirait dinobatkan sebagai lulusan terbaik SMKN Jawa Tengah Kampus Purbalingga.

Nadila Yuli Asmara lulusan terbaik SMKN Jawa Tengah Kampus Pati, dan Moh Irkham Baihaqi lulusan terbaik SMKN Jawa Tengah Kampus Semarang.

Bondan mengatakan SMKN Jawa Tengah selain mempelajari kompetensi, siswa juga dibekali pendidikan karakter.

“Saya mendapatkan banyak hal di SMKN Jateng. Saya lebih bisa disiplin, ya terutama pendidikan karakter,” katanya.

Dari keseriusannya menempuh pendidikan di sekolah rintisan Gubernur Ganjar itu, kini ia mendapat kesempatan melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI).

“Alhamdulillah mendapat beasiswa melanjutkan di UI Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,” paparnya.

Acara wisuda dan pelepasan yang berlangsung di SMKN Jateng Kampus Semarang itu dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan lebih dari 30 petinggi perusahaan dalam negeri.

“Saya sangat senang dan bangga karena anak saya lulus, dan menjadi lulusan terbaik di SMKN Jawa Tengah di Purbalingga,” ujar Turiman, orang tua dari Sevolana Bondan.

Warga Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas itu bahkan tidak bisa menggambarkan perasaan hatinya, saat menyaksikan Gubernur Ganjar memberi penyematan lulusan terbaik kepada anaknya.

“Saya tidak bisa berbicara apa-apa. Saya senang dan bangga,” lanjutnya.

Turiman menceritakan, SMKN Jawa Tengah telah memberikan pintu kesempatan bagi anaknya itu untuk meraih cita-citanya.

“Kalau tidak ada SMKN Jateng, mungkin anak saya hanya lulusan SMP. Karena saya hanya penjaga makam di desa, tidak ada biaya untuk sekolahkan anak,” ungkap Turiman.

Baca Juga :  Terobosan Keren! Di Krandengan Wonogiri, Pelajar TK dan SD Bayar Les Pakai Sampah

Menurutnya, SMKN Jawa Tengah benar-benar memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu. Mulai dari biaya pendidikan, seragam, makan, hingga asrama.

“Sekolahnya gratis, semuanya gratis. Seragam, sepatu, alat tulis, makan sampai asrama gratis,” imbuhnya.

Ia juga mengaku, putranya itu mengalami perubahan positif. Baik sopan santun, disiplin, dan sayang kepada orang tuanya.

Usai acara, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku senang dan terharu, karena lulusan SMKN Jawa Tengah menjadi rebutan perusahaan-perusahaan dalam merekrut tenaga kerja. Selain itu juga mampu menembus seleksi masuk perguruan tinggi.

“Senang ya, karena lulusan SMKN Jateng sudah 70 persen terserap di dunia kerja. Dan, bahkan ada beberapa yang zooming karena sudah bekerja. Ada juga yang ke Jerman dan juga diterima di perguruan tinggi,” tuturnya.

Ditambahkan, siswa SMKN Jawa Tengah berlatar belakang dari keluarga kurang mampu. Sehingga, dengan penyerapan tenaga kerja setelah lulus tersebut, dapat menjadi solusi pengentasan kemiskinan.

“Jadi, mulai bulan ini mereka bisa mengirimi (uang) kepada orang tuanya. Membantu mengentaskan kemiskinan,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, wisuda dan pelepasan diikuti siswa lulusan di tiga kampus SMKN Jawa Tengah. Yakni 118 siswa lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Semarang, 92 siswa lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Purbalingga, dan 48 siswa lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Pati. Dari keseluruhan 258 siswa yang lulus, sebanyak 60-70 persen sudah diterima kerja.

Sampai saat ini SMKN Jateng telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa. Terdiri dari SMKN Jawa Tengah kampus Semarang 825 lulusan, SMKN Jawa Tengah kampus Pati 336 lulusan, serta 676 lulusan SMKN Jawa Tengah kampus Purbalingga, di mana 80 persen di antaranya telah terserap dunia kerja. (jatengprov/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?