SAMBUTAN. Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum saat menyampaikan sambutan dalam rapat kerja (Raker) di Hotel Harris, Jl Slamet Riyadi Solo, Selasa-Rabu (21-22/6). (foto: ist)
Daerah

Ketua DPKS Budiyanto: Pendidikan Merupakan Tanggung Jawab Bersama

SOLO – Masyarakat didorong agar berpartisipasi aktif dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang menjadi bagian dari Visi Indonesia Maju. Dorongan itu salah satunya muncul dari Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS), Jawa Tengah.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama maka pemerintah bersama masyarakat  dan keluarga harus bergerak bersama untuk mewujudkan tujuan itu,” kata Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) DPKS di Hotel Harris, Jalan Slamet Riyadi Solo, Selasa (21/6/2022). Tema yang diusung Upaya Peningkatan Kualitas dan Mutu Pendidikan pada Era Merdeka Belajar di Kota Semarang.

“Ada beberapa faktor untuk mencapai tujuan itu, diantaranya; adanya kurikulum yang tepat, guru yang kompeten dan profesional, dan peserta didik yang bermotivasi belajar tinggi serta sarana dan prasarana yang standar dan memadai,” kata Budiyanto

Menurutnya, sarana dan prasarana yang standar dan memadai itu seperti perpustakaan dan laboratorium serta perangkat pembelajaran yang dibutuhkan.

Hal ini tersebut sesuai dengan program pembangunan walikota Semarang yang memprioritaskan bidang kesehatan dan pendidikan sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, berpendidikan menuju terwujudnya sumberdaya manusia yang berkualitas.

Budiyanto mengharapkan kepada pelaksana kebijakan pendidikan yakni pimpinan satuan-satuan pendidikan di Semarang agar merealisasikan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan dan menambah motivasi belajar para peserta didik.

Terkait dengan realisasi Kurikulum Merdeka, diharapkan para pimpinan satuan pendidikan dan guru-guru menyiapkan diri dengan baik untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dan bermutu.

Kurikulum Merdeka sejatinya bukan pengganti kurikulum 13, tetapi merupakan kelanjutan dari kurikulum 13 dan kurikulum-kurikulum sebelumnya.

“Bahkan kurikulum merdeka tidak hanya kelanjutan dari kurikulum 13 saja, tetapi justru menguatkan kurikulum-kurikulum sebelumnya,” tegasnya.

Raker yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (21-22/6). Diikuti seluruh pengurus DPKS, ketua dan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Semarang dan para kepala bidang Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Sebelum pembahasan materi rapat kerja, peserta mendapat masukan (Input) dari dua narasumber; Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi M.Pd. (rls/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?